KEDIRI, Garuda Jatim – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, menunjukkan komitmen besarnya terhadap pengembangan olahraga difabel dengan secara resmi melepas kontingen National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) yang akan berlaga pada Kejuaraan Paralimpiade Provinsi Jawa Timur di Surabaya, 5–7 Desember 2025.
Acara pelepasan berlangsung penuh haru dan optimisme di halaman Kantor Pemkab Kediri.
Ketua NPCI Kabupaten Kediri, Lilik Kumaidah, menyatakan bahwa tahun ini Kabupaten Kediri mengirim empat kontingen dengan total 35 atlet, pelatih, dan ofisial.
Adapun cabang yang diikuti yakni atletik, voli duduk, powerlifting, serta satu tim atletik tambahan sebagai bentuk perluasan partisipasi.
“Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya. Kami menargetkan peringkat Kabupaten Kediri bisa naik menembus enam besar. Kenaikan kontingen ini adalah bukti semangat dan kepercayaan diri para atlet,” ujar Lilik. Sabtu (6/12/25)
Pelepasan ini tidak sekadar seremoni. Pemkab Kediri melalui berbagai program pemberdayaan terus memperluas dukungan terhadap NPCI.
Mulai dari penyediaan fasilitas latihan, peningkatan kualitas pelatih, hingga akses ketenagakerjaan bagi atlet difabel berprestasi sebuah langkah yang jarang dilakukan banyak daerah dan menjadi perhatian khusus Bupati Kediri.
Menurut Lilik, kebijakan ini menjadi energi besar bagi para atlet karena mereka merasa dihargai bukan hanya saat bertanding, tetapi juga dalam kehidupan setelahnya.
“Ini bentuk keberpihakan nyata. Atlet merasa masa depannya ikut dijaga,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, menegaskan bahwa Pemkab Kediri bangga dengan keberangkatan para atlet difabel yang membawa misi besar untuk mengharumkan nama daerah.
“Mas Dhito menyampaikan rasa kebanggaan dan dukungan kepada seluruh atlet dan pelatih. Keikutsertaan mereka adalah wujud nyata ketangguhan dan semangat juang,” tegasnya.
Ia mengingatkan, bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan utama dalam ajang ini.
“Yang terpenting bukan hasil akhirnya, tetapi bagaimana para atlet menjaga semangat, tetap gembira, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas,” paparnya.
Pemkab Kediri memberikan apresiasi khusus terhadap kedisiplinan para atlet NPCI yang selama masa persiapan berlatih secara intensif, termasuk latihan rutin di pagi hari.
“Pertemuan itu bukan hanya soal pertandingan, tapi juga proses belajar, bagaimana menjalin relasi, membaca strategi lawan, dan memperkuat mental bertanding,” tandasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











