Niat Baik Negara Dieksekusi dengan Masalah, Guru Bongkar Kualitas MBG SPPG Legung Barat Sumenep

Senin, 19 Januari 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Program MBG Sumenep bermasalah (Istimewa - garudajatim.com)

i

Program MBG Sumenep bermasalah (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi instrumen negara dalam memutus rantai kekurangan gizi justru menghadapi ujian serius di Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Pelaksanaan MBG oleh SPPG Legung Barat di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren At-Ta’awun disorot keras para guru karena dinilai tidak mencerminkan standar mutu, gizi, dan tata kelola sebagaimana diamanatkan pemerintah pusat.

Alih-alih memperbaiki asupan gizi siswa, makanan yang disajikan disebut kerap hadir dalam kondisi dingin, menu berulang, dan kualitas yang merosot. Dampaknya nyata, siswa enggan mengonsumsi, porsi tak habis, dan tujuan program terancam gagal sebelum benar-benar berjalan.

Keluhan terhadap pelaksanaan MBG di Batang-Batang tidak lagi bersifat sporadis. Sejumlah guru menyebut kondisi makanan yang diterima siswa jauh dari harapan sebuah program nasional yang menelan anggaran besar dan dikawal ketat regulasi teknis.

“Anak-anak sering tidak menghabiskan makanannya. Ada yang hanya mencicipi, sisanya dibuang karena dingin dan tidak enak,” ujar seorang guru kepada media garudajatim.com yang enggan disebutkan namanya. Rabu (14/1/26).

Kondisi tersebut memunculkan ironi. Program yang bertujuan meningkatkan gizi dan daya konsentrasi belajar justru berakhir menjadi rutinitas formalitas tanpa dampak nyata di ruang kelas. Para pendidik menilai lemahnya pengawasan dapur penyedia serta buruknya manajemen distribusi menjadi akar persoalan.

Dokumentasi yang diperoleh redaksi menunjukkan menu MBG yang dibagikan terdiri dari nasi putih, empat butir pentol, satu potong tempe goreng, tiga butir kelengkeng, dan sayur campur. Komposisi ini dinilai tidak hanya monoton, tetapi juga miskin variasi protein hewani yang krusial bagi tumbuh kembang anak usia sekolah.

Jika disandingkan dengan Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025, kondisi tersebut memantik tanda tanya besar. Regulasi itu secara tegas mengharuskan setiap porsi MBG memenuhi standar gizi seimbang berbasis Angka Kecukupan Gizi (AKG), baik dari sisi energi, protein, lemak, maupun karbohidrat.

Lebih jauh, juknis tersebut menempatkan tanggung jawab penuh pada SPPG sebagai pengelola dapur dan distribusi, bukan sekadar penyalur makanan.

“Programnya bagus dan kami mendukung. Tapi kalau pelaksanaannya melenceng dari juknis, ini bukan soal selera, melainkan soal tanggung jawab,” papar guru lainnya.

Sebagai pelaksana teknis di Batang-Batang, SPPG Legung Barat di bawah Yayasan Pondok Pesantren At-Ta’awun kini berada di bawah sorotan. Para guru mendesak adanya evaluasi menyeluruh, mulai dari audit dapur penyedia, kualitas bahan baku, hingga sistem distribusi yang dinilai mengabaikan aspek kelayakan konsumsi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pengelola SPPG Legung Barat maupun pihak penyelenggara MBG terkait keluhan tersebut.

Sementara itu, para pendidik berharap pemerintah daerah dan instansi terkait tidak menutup mata. Sebab jika praktik ini dibiarkan, Program Makan Bergizi Gratis berisiko kehilangan makna, berubah dari kebijakan strategis negara menjadi sekadar kegiatan seremonial tanpa mutu.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan
SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar
Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah
Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan
IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN
Inspektorat Sumenep Turun ke Meddelan, Audit ADD-DD dan Dugaan Polemik Dana BUMDes Jadi Sorotan
Menata Masa Depan dari Pinggiran: Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berkeadilan hingga Kepulauan
K-Beauty Serbu Kota Keris, MYZE Hotel Sumenep Sulap Beauty Class Jadi Panggung Percaya Diri Perempuan Muda
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:33 WIB

IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN

Berita Terbaru