Momentum HSN 2026, Komisi IV DPRD Sumenep Soroti Masa Depan Pendidikan Santri 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Gedung DPRD Sumenep ( Za - garudajatim.com)

i

Foto Gedung DPRD Sumenep ( Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2026 harus menjadi titik evaluasi untuk memastikan pendidikan santri di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tetap relevan menghadapi perubahan zaman.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Mulyadi, menilai peringatan HSN merupakan momentum strategis untuk membicarakan masa depan pendidikan generasi muda, khususnya bagaimana nilai-nilai pendidikan pesantren dapat terus hidup sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

Menurut Mulyadi, tantangan generasi santri saat ini jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki kemampuan literasi, teknologi, komunikasi, kreativitas hingga keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika memasuki kehidupan sosial maupun dunia kerja.

“Hari Santri jangan hanya menjadi momentum untuk mengingat sejarah perjuangan santri. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menyiapkan santri hari ini untuk menghadapi masa depan. Pendidikan harus berkesinambungan dan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai karakter dan akhlak,” kata Mulyadi. Kamis (22/10/26)

Ia menegaskan, kemajuan teknologi telah mengubah cara anak-anak memperoleh informasi. Pengetahuan kini bisa diperoleh dalam hitungan detik, tetapi tantangannya adalah bagaimana generasi muda mampu memilah informasi, menggunakan teknologi secara bijak dan tetap memiliki fondasi moral yang kuat.

Di titik inilah, kata dia, pendidikan pesantren memiliki kekuatan yang tidak boleh kehilangan relevansinya.

“Kita tidak ingin santri hanya menjadi pengguna teknologi. Kita ingin mereka menjadi generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Mulyadi menyebut pendidikan yang berkesinambungan harus dibangun sejak pendidikan dasar hingga jenjang yang lebih tinggi. Artinya, pembentukan karakter tidak boleh berhenti ketika seorang anak menyelesaikan pendidikan di sekolah atau pesantren.

Pendidikan harus menjadi proses panjang yang menghubungkan keluarga, sekolah, pesantren, pemerintah dan lingkungan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab memastikan akses dan kualitas pendidikan terus diperkuat. Bukan hanya dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga peningkatan kapasitas guru serta pengembangan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini.

“Jangan sampai kita membicarakan generasi emas, tetapi pola pendidikannya tidak ikut berkembang. Anak-anak kita menghadapi dunia yang berubah sangat cepat. Karena itu, pendidikan juga harus mampu beradaptasi,” tegasnya.

Namun demikian, Mulyadi mengingatkan agar modernisasi pendidikan tidak membuat identitas pendidikan pesantren terkikis.

Nilai kemandirian, kedisiplinan, penghormatan kepada guru, gotong royong, kepedulian sosial dan akhlak merupakan kekuatan pendidikan santri yang justru semakin dibutuhkan di tengah derasnya arus digitalisasi.

Ia menilai, perpaduan antara ilmu agama, ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan merupakan salah satu model pendidikan yang perlu terus didorong.

Dengan demikian, santri tidak hanya memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tetapi juga mampu menciptakan peluang, berwirausaha, berkarya dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.

“Santri harus dipersiapkan bukan hanya untuk menjadi penonton pembangunan. Mereka harus menjadi bagian dari pelaku pembangunan. Karena itu, pendidikan mereka harus kita pikirkan hari ini untuk kebutuhan 10, 20 bahkan 30 tahun ke depan,” ucap Mulyadi.

Ia berharap HSN 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan di Sumenep.

Sebab, menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak bisa diukur hanya dari seberapa banyak anak yang lulus sekolah, tetapi juga dari kualitas manusia yang lahir setelah mereka menjalani proses pendidikan.

“Kalau kita ingin Sumenep maju, investasi terbesar kita adalah manusia. Dan pendidikan adalah jalannya. Hari Santri harus menjadi pengingat bahwa membangun santri berarti sedang membangun masa depan daerah,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, ini Kata Ketua DPRD Sumenep
HSN 2026, Disdik Sumenep Wajibkan Guru dan Murid Selama 4 Hari Berbusana Santri
1.930 Koperasi Jadi Kekuatan Ekonomi Sumenep, DKUPP Perkuat Tata Kelola
Koperasi Sumenep Didorong Profesional, DKUPP Perkuat Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Anggota
Bukan Sekadar Cenderamata, Kemenpar RI Titip Pesan Besar untuk Bupati Sumenep Lewat Festival Tong-Tong KEN 2026
JJS DPRD, Bupati Fauzi: Beda Politik Boleh, Tapi Sumenep Tak Boleh Terpecah
Dari Arya Wiraraja ke Masa Depan Sumenep, Bupati Fauzi Tekankan Persatuan sebagai Kekuatan Pembangunan
Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Momentum HSN 2026, Komisi IV DPRD Sumenep Soroti Masa Depan Pendidikan Santri 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Hari Santri Nasional 2026, ini Kata Ketua DPRD Sumenep

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:40 WIB

HSN 2026, Disdik Sumenep Wajibkan Guru dan Murid Selama 4 Hari Berbusana Santri

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:55 WIB

1.930 Koperasi Jadi Kekuatan Ekonomi Sumenep, DKUPP Perkuat Tata Kelola

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:43 WIB

Koperasi Sumenep Didorong Profesional, DKUPP Perkuat Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Anggota

Berita Terbaru

Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin, saat diwawancarai di kantornya (Istimewa - garudajatim.com)

Berita

Hari Santri Nasional 2026, ini Kata Ketua DPRD Sumenep

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:06 WIB