Menu MBG Bermasalah, Siswa Temukan Ulat dan Buah Busuk di SPPG Batu Putih

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto SPPG Batu Putih, Kabupaten Sumenep, sajikan menu MBG berulat (Za - garudajatim.com)

i

Foto SPPG Batu Putih, Kabupaten Sumenep, sajikan menu MBG berulat (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Sejumlah siswa penerima Program Makan Bergizi (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengeluhkan kualitas makanan yang disajikan.

Keluhan itu mencuat setelah siswa mengaku menemukan ulat pada sayuran serta buah dalam kondisi membusuk pada dua hari berbeda, yakni 2 Februari dan 4 Februari 2026.

Temuan tersebut diungkap langsung oleh salah satu murid yang merasa tidak nyaman mengonsumsi menu MBG. Ia menyebut, kondisi makanan bermasalah terjadi lebih dari satu hari.

“Sudah dua hari, dari Senin sampai Rabu, sayurnya ada ulatnya,” ujar murid tersebut. Minggu (8/2/26).

Persoalan ini tidak hanya disoroti oleh siswa. Seorang guru di sekolah setempat, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku prihatin dengan lemahnya pengawasan terhadap kebersihan dan kesehatan makanan yang diberikan kepada peserta didik.

“Guru di sekolah itu menyayangkan kenapa kebersihan dan kesehatan makanan tidak diperhatikan,” jelasnya.

Sumber lain di lingkungan sekolah menyebutkan, dugaan menu MBG tidak layak konsumsi bukanlah kejadian baru. Namun, banyak pihak memilih diam karena takut menyampaikan keluhan secara terbuka.

“Sebenarnya sepertinya banyak yang mengalami, tapi rata-rata takut kalau mau diangkat,” tegasnya.

“Iya, katanya takut,” tambahnya.

Rasa takut itu disebut berkaitan dengan sikap pengelola SPPG yang dinilai tidak siap menerima kritik. Menurut sumber, pihak pengelola kerap bereaksi keras saat ada pihak yang mempertanyakan kualitas layanan.

“Karena yang punya SPPG langsung marah-marah kalau ada yang mengkritik,” ungkapnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak Kepala SPPG Batu Putih maupun Yayasan Alif Batu Putih belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan temuan ulat dan buah busuk dalam menu MBG. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Para orang tua murid dan tenaga pendidik mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di SPPG Batu Putih. Mereka menilai, program yang seharusnya menjamin asupan gizi siswa tidak boleh dijalankan dengan mengabaikan standar kebersihan dan keamanan pangan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Live MBG: Makanan Tergeletak di Lantai, Standar Higiene Dipertanyakan
Rekaman di Sumenep, Rebana Assalafiyah Hidupkan Kembali Terbang Karatangan Warisan Leluhur
Disusupi dalam Nasi Padang, Upaya Penyelundupan Sabu ke Rutan Sumenep Digagalkan
Ketua IWO Sumenep Desak Disdik–Kemenag Terbitkan SE, Hentikan Dugaan Intimidasi Oknum SPPG Terhadap Guru dalam Distribusi MBG
Distribusi MBG Molor, SPPG Lenteng Timur 3 Kembali Tuai Kritik Keras
Dari Desa ke Paripurna: Tujuh Fraksi DPRD Sumenep Desak Percepatan Pembangunan Berbasis Aspirasi
Banjir Usulan Pokir DPRD Sumenep: 208 Program Masuk SIPD, Infrastruktur Masih Mendominasi Arah 2027
Dari 771 Aspirasi ke Program Nyata: Ujian Ketepatan Arah Pembangunan Sumenep 2027
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:59 WIB

Viral Live MBG: Makanan Tergeletak di Lantai, Standar Higiene Dipertanyakan

Rabu, 1 April 2026 - 21:43 WIB

Rekaman di Sumenep, Rebana Assalafiyah Hidupkan Kembali Terbang Karatangan Warisan Leluhur

Rabu, 1 April 2026 - 10:43 WIB

Disusupi dalam Nasi Padang, Upaya Penyelundupan Sabu ke Rutan Sumenep Digagalkan

Rabu, 1 April 2026 - 03:20 WIB

Ketua IWO Sumenep Desak Disdik–Kemenag Terbitkan SE, Hentikan Dugaan Intimidasi Oknum SPPG Terhadap Guru dalam Distribusi MBG

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:48 WIB

Distribusi MBG Molor, SPPG Lenteng Timur 3 Kembali Tuai Kritik Keras

Berita Terbaru