Menu MBG Berbau Dibagikan ke Siswa, Wali Murid Desak Audit SPPG Lebeng Timur Sumenep 

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SPPG Lebeng Timur, Sumenep, diduga sajikan MBG bau (Za - garudajatim.com)

i

SPPG Lebeng Timur, Sumenep, diduga sajikan MBG bau (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Realisasi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada 12 Februari 2026 oleh SPPG Lebeng Timur, Sumenep, Jawa Timur, di bawah Yayasan Matlhabul Ulum menuai kritik keras dari wali murid.

Makanan yang seharusnya memenuhi kebutuhan gizi siswa justru dipersoalkan karena diduga berbau dan tidak layak konsumsi saat diterima anak-anak di sekolah.

Keluhan mencuat setelah beredar video berdurasi 12 detik yang merekam kekecewaan wali murid. Dalam video tersebut, disebutkan bahwa makanan tidak dimakan anak karena aroma tidak wajar dan hanya ditaruh di dalam wadah.

“Ta’ ekakan ebeddei asli bau. Mon ta’ layak je’ begi-begi pessena bai yeee. Mon se tak tarema entar ka engkok (Tidak dimakan ditaruh wadah, memang sudah bau. Kalau tidak layak jangan dibagi-bagi, uangnya saja itu. Kalau ada yang tidak terima, silakan datang ke saya), ” ujar wali murid dalam video yang beredar. Jumat (13/2/26).

Pernyataan tersebut memperlihatkan lemahnya kepercayaan wali murid terhadap pelaksanaan program MBG. Mereka menilai aspek keamanan pangan terabaikan, sementara pengawasan sebelum distribusi diduga tidak berjalan maksimal.

Sorotan tidak berhenti di satu sekolah. Wali murid lain melalui akun media sosial @yunaaaa menyebut kondisi serupa juga terjadi di MI Nurul Huda, menguatkan dugaan bahwa persoalan ini bukan insiden terpisah.

“Padeh make MI Nurul Huda (kondisinya sama di MI Nurul Huda),” tulisnya.

Jika dugaan tersebut benar, maka masalah ini mengarah pada kegagalan sistemik, mulai dari proses produksi, penyimpanan, hingga pendistribusian menu MBG. Wali murid menilai tidak adanya kontrol mutu yang ketat berpotensi membahayakan kesehatan siswa.

Selain kualitas makanan, transparansi pengelolaan anggaran juga menjadi sorotan. Wali murid mendesak dilakukan audit terbuka serta inspeksi langsung oleh dinas terkait untuk memastikan standar keamanan pangan diterapkan secara nyata, bukan sebatas prosedur administratif.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Lebeng Timur maupun Yayasan Matlhabul Ulum belum memberikan klarifikasi resmi atas dugaan tersebut. Ketiadaan respons dinilai memperkuat urgensi keterlibatan pihak berwenang.

Para wali murid menegaskan, program yang menyasar anak-anak tidak boleh dijalankan asal-asalan. Jika terbukti terdapat kelalaian dalam realisasi menu MBG, mereka menuntut pertanggungjawaban tegas dan evaluasi menyeluruh demi menjamin keselamatan siswa.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB