Menu Busuk di Meja Sekolah: MBG Saronggi Dipertanyakan, Pengelola Bungkam

Kamis, 1 Januari 2026 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membusuk (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membusuk (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi pelajar justru menuai polemik serius di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Redaksi garudajatim.com menerima sejumlah keluhan dari wali murid, siswa, hingga tenaga pendidik yang menyebut kualitas menu MBG jauh dari standar kelayakan pangan.

Beberapa siswa dilaporkan menolak makanan yang dibagikan karena mengeluarkan bau tidak sedap. Bahkan, buah yang disajikan disebut dalam kondisi busuk dan tidak segar.

“Kami khawatir ini bukan sekadar soal rasa, tapi soal keamanan makanan anak-anak kami,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya. Kamis (1/1/26)

Kekhawatiran tersebut diperkuat dengan fakta bahwa sebagian siswa memilih tidak mengonsumsi menu MBG karena ragu terhadap kelayakannya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang sistem pengawasan dan standar operasional penyediaan makanan dalam program MBG, khususnya di bawah pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Saronggi.

Program yang seharusnya menjamin asupan sehat justru diduga menyimpan potensi risiko kesehatan bagi peserta didik.

Untuk memastikan keberimbangan informasi, redaksi garudajatim.com telah melakukan konfirmasi kepada Kepala SPPG Saronggi melalui pesan WhatsApp sejak Rabu (31/12/2025). Redaksi meminta penjelasan resmi terkait dugaan penyajian menu tidak layak konsumsi sebagaimana dikeluhkan wali murid, siswa, dan guru.

Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun jawaban atau klarifikasi yang diberikan. Bahkan saat redaksi kembali meminta surat keterangan atau penjelasan tertulis dari SLHS SPPG Saronggi sebagai bentuk pertanggungjawaban institusional, respons tetap nihil.

Sikap bungkam ini justru memperbesar tanda tanya publik. Di tengah sensitifnya isu pangan dan keselamatan anak, diamnya pengelola program dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jelas dan transparan.

Sejumlah wali murid mendesak agar instansi berwenang segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka menuntut audit terhadap proses pengadaan bahan, pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan mutu sebelum makanan disajikan kepada siswa.

Redaksi garudajatim.com menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini secara independen dan profesional. Ruang hak jawab tetap terbuka bagi pihak SPPG Saronggi maupun instansi terkait agar publik memperoleh informasi yang utuh, berimbang, dan akurat, terutama menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB