MBG di Pragaan Sumenep Disorot Guru: Menu Minim Gizi, Diduga Asal Distribusi dan Abaikan Standar BGN

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep sajikan MBG dengan mengabaikan standar gizi (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep sajikan MBG dengan mengabaikan standar gizi (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menjadi instrumen pemenuhan nutrisi siswa justru menuai kritik keras dari kalangan pendidik di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Sejumlah guru menilai kualitas menu MBG semakin menyimpang dari tujuan awal program dan diduga mengabaikan standar gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sorotan tajam ini muncul setelah siswa menerima paket MBG dengan menu yang dinilai tidak layak, miskin nutrisi, serta tanpa disertai minuman atau susu sebagaimana diperbolehkan dalam pedoman pelaksanaan MBG. Kondisi tersebut dinilai ironis dan berpotensi mengganggu kenyamanan hingga kesehatan peserta didik.

Seorang guru berinisial AS mengungkapkan kekecewaannya terhadap menu MBG yang dibagikan pada Sabtu (31/1/26). Menurutnya, paket makanan yang diterima siswa tidak hanya tidak menarik, tetapi juga tidak mencerminkan konsep makan bergizi seimbang.

“MBG sekarang malah semakin parah. Tidak ada susu, minimal air pun tidak ada. Anak-anak mau minum apa? Lauknya juga tidak jelas dan justru membuat siswa tidak berselera makan,” ujarnya.

Kekhawatiran guru tidak berhenti di situ. AS mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya siswa sempat menerima menu tahu krispi dengan cita rasa yang mencurigakan dan memunculkan dugaan kualitas bahan yang tidak segar.

“Kemarin juga ada tahu krispi, tapi rasanya aneh, seperti sudah basi,” ungkapnya.

Kritik semakin menguat ketika pada hari berikutnya siswa kembali menerima menu MBG kering yang dinilai terkesan praktis dan minim nilai gizi. Dalam paket tersebut hanya terdapat snack berbahan susu kemasan, roti, dan wafer instan.

Menurut para guru, menu semacam ini bertolak belakang dengan semangat awal MBG yang tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi anak, tetapi juga mendorong keterlibatan UMKM lokal dalam penyediaan pangan sehat.

“Informasi yang kami terima, menu MBG seharusnya olahan UMKM. Tapi yang dibagikan justru produk kemasan seperti susu cokelat, wafer, dan roti instan,” ujar guru lainnya.

Para pendidik menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Mereka menegaskan bahwa persoalan MBG bukan sekadar soal menu, melainkan menyangkut tanggung jawab negara terhadap kesehatan dan keselamatan pangan siswa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG Pakamban Laok 2 di bawah pengelolaan Yayasan Bumi Asfan Abadi belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan dan kritik atas kualitas menu Program Makan Bergizi Gratis tersebut.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru