SUMENEP, Garuda Jatim — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Sumenep, Jawa Timur, jadikan kelas sebagai ruang belajar yang hidup, komunikatif, dan penuh makna.
Melalui kegiatan Desain Kelas, mahasiswa PGSD menghadirkan sentuhan kreatif yang berdampak langsung pada proses belajar mengajar di sekolah dasar.
Kegiatan ini merupakan luaran dari Mata Kuliah Manajemen Kelas sekaligus wujud pengabdian nyata Prodi PGSD Universitas PGRI Sumenep kepada dunia pendidikan dasar, khususnya di Kabupaten Sumenep.
Selama lima hari, terhitung sejak 12 hingga 16 Desember 2025, mahasiswa diterjunkan langsung ke tiga sekolah dasar, yakni SDN Kebundadap Barat, SDN Banasare I, dan SDN Ambunten Tengah II.
Tidak sekadar menghias kelas, mahasiswa merancang tata ruang pembelajaran berbasis konsep pedagogis. Mulai dari penataan sudut baca, media numerasi, hingga visualisasi flora dan fauna, seluruh desain disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Hasilnya, ruang kelas tampil lebih edukatif, menarik, sekaligus mampu menunjang kenyamanan dan konsentrasi belajar siswa.
Mahasiswa PGSD semester 5, Shindy Aulia Afivatul Hasanah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan akademiknya.
“Dengan adanya kegiatan desian kelas ini, kami jadi dapat mengaplikasikan teori yang kami pelajari di kelas sehingga kami memperoleh pengalaman baru yang seru dan sedikit melelahkan sebenarnya,” ujarnya. Rabu (17/12/25)
Respons positif juga datang dari pihak sekolah. Kepala SDN Kebundadap Barat, Ostadi, mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.
“Ke depan, sekolah tentu akan sangat terbuka untuk kegiatan pengabdian mahasiswa seperti ini,” tuturnya.
Sementara itu, dosen pengampu Mata Kuliah Manajemen Kelas, Zainuddin, menegaskan bahwa kegiatan Desain Kelas bukan hanya tugas akademik, tetapi bagian dari pembentukan kepekaan sosial calon pendidik.
“Sekolah memang membutuhkan sentuhan dari mahasiswa, terutama dalam upaya menciptakan keamanan dan kenyamanan siswa selama proses pembelajaran berlangsung,” jelasnya.
Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar mampu melahirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata. Mahasiswa tidak hanya belajar menjadi guru di atas kertas, tetapi benar-benar hadir sebagai agen perubahan di ruang kelas.
Melalui Desain Kelas ini, PGSD Universitas PGRI Sumenep menyatakan komitmennya dalam menyiapkan calon guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka, kreatif, dan siap menjawab kebutuhan nyata pendidikan dasar di daerah.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











