Kusta di Sumenep Terus Menurun, Dinkes: Bukti Masyarakat Makin Sadar dan Tidak Takut Berobat

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi penyakit kusta (Za - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi penyakit kusta (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mencatat kemajuan signifikan dalam upaya mengendalikan penyakit kusta.

Berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), jumlah penderita kusta yang semula 246 orang pada 2024, kini turun menjadi 150 orang per September 2025.

Penurunan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sejak dini serta disiplin menjalani pengobatan.

“Kalau tahun lalu masih di angka 200 lebih, sekarang sudah menurun menjadi 150 orang. Data ini kami catat sampai September 2025,” ungkap Herman Pratikno, Penanggung Jawab Program Kusta dan Tuberkulosis Dinkes P2KB Sumenep. Sabtu (4/25)

Menurut Herman, 70 persen kasus kusta di Sumenep masih ditemukan di wilayah daratan, sementara sebagian kecil berada di kepulauan. Meski begitu, tren penurunan menunjukkan hasil nyata dari kerja keras petugas kesehatan di lapangan.

“Kusta bukan penyakit kutukan, dan bisa sembuh total asalkan pasien mau rutin minum obat dan kontrol sesuai jadwal,” tegasnya.

Dijelaskannya, hambatan terbesar selama ini bukan pada akses layanan atau ketersediaan obat, melainkan ketidakdisiplinan pasien. Sebagian penderita berhenti berobat di tengah jalan karena merasa sudah sembuh, padahal bakteri penyebab kusta belum sepenuhnya mati.

“Kalau pengobatan dihentikan sebelum waktunya, bisa kambuh dan menular lagi. Karena itu, disiplin adalah kunci,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinkes P2KB juga gencar melakukan kampanye anti-stigma agar masyarakat tidak lagi mengucilkan penyintas kusta. Sosialisasi dilakukan hingga ke tingkat desa, sekolah, dan pesantren, dengan melibatkan tokoh agama dan kader kesehatan.

Herman menyatakan, penanganan kusta membutuhkan pendekatan yang tidak hanya medis, tetapi juga sosial dan edukatif. “Begitu ada gejala bercak putih atau mati rasa di kulit, segera periksa ke puskesmas. Jangan menunggu parah,” imbaunya.

Dinkes berkomitmen untuk terus memperluas deteksi dini, menyediakan obat gratis, serta memperkuat sistem pelaporan berbasis desa agar kasus baru bisa ditemukan lebih cepat.

Dengan capaian penurunan hampir 40 persen dalam satu tahun, Sumenep kini masuk dalam jalur positif menuju target eliminasi kusta pada 2030 sebagaimana program nasional Kementerian Kesehatan.

“Ini bukti nyata bahwa masyarakat Sumenep semakin sadar dan tidak takut lagi menghadapi kusta,” imbuhnya.

Sementara itu, kepala Dinkes Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menyampaikan bahwa Ini capaian yang sangat baik. Pihaknya melihat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri dan mengikuti pengobatan semakin meningkat.

“Dulu banyak warga yang takut berobat karena malu atau khawatir dijauhi. Sekarang mereka mulai terbuka dan memahami bahwa kusta bisa sembuh total jika ditangani dengan benar,” paparnya.

“Kami tidak ingin ada lagi warga yang menderita karena terlambat terdeteksi. Dengan kerja sama semua pihak, target bebas kusta bukan hal mustahil,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru