SUMENEP, Garuda Jatim — Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali mencuri perhatian dunia internasional. Kali ini, sorotan datang langsung dari Pemerintah Australia.
Konsul Jenderal Australia, Mr. Glen Askew, melakukan kunjungan resmi ke ujung timur Pulau Madura untuk meninjau langsung potensi wisata alam, kesehatan, dan budaya yang menempatkan Sumenep sebagai daerah dengan daya saing global.
Kunjungan diplomatik tersebut menandai babak baru posisi Sumenep di panggung internasional. Tidak hanya sebagai daerah tujuan wisata, tetapi juga sebagai pusat peradaban budaya dan destinasi wisata berkelanjutan yang berbasis kearifan lokal.
Salah satu titik utama kunjungan adalah Pulau Giliyang, kawasan yang dikenal memiliki kadar oksigen terbaik nomor dua di dunia setelah Yordania, dengan kadar mencapai 21,05 persen. Keunggulan ini menjadikan Giliyang sebagai ikon wisata kesehatan (health tourism) yang mulai mendapat perhatian serius wisatawan mancanegara.
Keunikan kualitas udara tersebut dinilai sebagai aset langka berskala global. Pulau Giliyang tak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga konsep pemulihan kesehatan alami yang sejalan dengan tren wisata dunia pascapandemi.
Selain wisata alam, Mr. Glen Askew juga menyambangi Sentra Pengrajin Keris Desa Aengtongtong, Kecamatan Saronggi, pusat empu keris yang reputasinya telah menembus pasar internasional. Di lokasi tersebut, ia menyaksikan langsung proses pembuatan keris secara tradisional, mulai dari penempaan logam, pembentukan pamor, hingga tahap akhir penyempurnaan.
Proses yang sarat nilai filosofi, spiritualitas, dan sejarah itu menunjukkan bahwa keris Sumenep bukan sekadar benda pusaka, melainkan simbol identitas dan peradaban Madura yang hidup hingga kini.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, yang mendampingi langsung rangkaian kunjungan, menegaskan bahwa kehadiran Konsul Jenderal Australia merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap kekuatan Sumenep.
“Ini membuktikan bahwa Sumenep memiliki daya tarik global, baik dari sisi wisata alam, religi, maupun budaya yang berakar kuat pada tradisi leluhur,” tegas KH Imam Hasyim. Jumat (23/1/26)
Dalam agenda tersebut, Wabup Sumenep didampingi Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, yang memaparkan potensi strategis pariwisata daerah, termasuk kalender event budaya unggulan yang siap dipromosikan ke pasar internasional.
Menurut KH Imam Hasyim, kunjungan ini bukan bersifat seremonial, melainkan membuka peluang kerja sama konkret lintas negara, khususnya di bidang pendidikan, kebudayaan, dan promosi pariwisata berkelanjutan.
“Ini momentum strategis. Kami ingin kerja sama internasional benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku budaya,” ujarnya.
Mr. Glen Askew, lanjut Wabup, juga menyatakan komitmennya untuk mempromosikan Kabupaten Sumenep di Australia agar wisatawan mancanegara datang langsung menikmati kekayaan destinasi lokal.
“Sumenep siap menjadi tuan rumah wisatawan dunia. Pariwisata harus tumbuh seiring dengan kesejahteraan masyarakat, termasuk para empu keris,” tambah KH Imam Hasyim.
Tak berhenti di situ, Konsul Jenderal Australia juga membuka peluang dukungan pengembangan kapasitas bagi para empu keris, agar semakin profesional dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya tak benda yang telah diakui dunia.
“Pelestarian keris bukan hanya menjaga pusaka, tetapi merawat identitas, martabat, dan peradaban Sumenep. Dukungan internasional adalah bentuk penghormatan dunia terhadap budaya lokal,” pungkasnya.
Agenda kunjungan Mr. Glen Askew akan berlanjut dengan kedatangan menggunakan kapal pesiar dari Australia yang dijadwalkan sandar di Perairan Kalinget hari ini. Kedatangannya akan disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumenep bersama jajaran Disbudporapar, kemudian dilanjutkan kunjungan resmi ke Pendopo Agung Keraton Sumenep dan Keraton Sumenep.
Lebih lanjut, Mr. Glen Askew juga menyatakan kesiapannya untuk kembali ke Sumenep pada Oktober mendatang, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sumenep, guna menyaksikan langsung Kerapan Sapi, Festival Musik Tongtong, serta berbagai event seni dan budaya khas Madura lainnya.
Dengan rangkaian kunjungan ini, Kabupaten Sumenep kian mengukuhkan diri bukan sekadar sebagai destinasi lokal, melainkan sebagai simpul penting wisata dan budaya Indonesia di mata dunia.(Ris/Di)
Penulis : Ris
Editor : Redaksi











