Komisi IV DPRD Sumenep Siap Telusuri Dugaan Pengondisian PKH di Desa Galis

Senin, 24 November 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, saat memaparkan komitmennya (istimewa - garudajatim.com)

i

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, saat memaparkan komitmennya (istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, merespons keresahan warga terkait dugaan pengondisian pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Madura, Jawa Timur.

Polemik mencuat setelah beredar rekaman suara yang diduga milik istri kepala desa setempat dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, menegaskan pihaknya siap membuka ruang pengaduan bagi warga yang memiliki bukti maupun keterangan tambahan terkait dugaan penyimpangan tersebut.

“Silakan kalau ada data dan bukti, bawa ke Komisi IV. Kami akan panggil Dinsos P3A dan Korkap dari pendamping PKH,” tegas Mulyadi. Senin (24/11/25)

Mulyadi memastikan, pola penanganan dugaan pelanggaran di Desa Galis akan mengikuti mekanisme yang sama seperti kasus-kasus PKH sebelumnya, termasuk yang sempat mencuat di Kecamatan Guluk-Guluk.

Komisi IV dijadwalkan segera menggelar rapat internal untuk merumuskan langkah lanjutan. Semua pihak yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan proses pencairan PKH akan dipanggil untuk memberikan klarifikasi.

“Pendamping atau Korkap PKH berikut kepala desanya akan kami panggil semua. Perkembangannya nanti kami informasikan,” papar Mulyadi.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Sosial P3A Sumenep belum memberikan pernyataan resmi. Kepala dinas, Mustangin, tidak merespons permintaan konfirmasi meski rekaman yang beredar memunculkan dugaan adanya tekanan kepada penerima PKH untuk mencairkan dana melalui agen tertentu, disertai ancaman pencoretan dari daftar penerima.

Sementara itu, Kepala Desa Galis, Akhmad Syafri Wiarda, juga belum memberikan tanggapan atas polemik yang berkembang.

Diamnya dua pihak tersebut membuat DPRD menjadi satu-satunya lembaga yang menyatakan kesiapannya menindaklanjuti kegelisahan warga.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru