Kasus Meddelan Memanas, Camat Lenteng Sumenep Bungkam

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi Camat Lenteng bungkam terhadap kasus di Desa Meddelan Sumenep (Ris - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi Camat Lenteng bungkam terhadap kasus di Desa Meddelan Sumenep (Ris - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Saat berbagai dugaan penyimpangan di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, viral dan memicu kegaduhan publik, Camat Supardi justru memilih diam. Sikap bungkam itu memantik kritik keras, lantaran dinilai mencerminkan mandeknya fungsi pembinaan dan pengawasan pemerintahan desa.

Padahal, Camat merupakan perpanjangan tangan Bupati di tingkat kecamatan. Ketika persoalan di wilayah binaannya mencuat ke ruang publik, respons cepat dan sikap tegas semestinya menjadi keharusan, bukan pilihan.

Koordinator Aliansi Lintas Media, Hendra, menilai sikap pasif Camat Lenteng sebagai bentuk kegagalan menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

Ia menyebut, pembiaran terhadap kegaduhan desa sama artinya dengan membiarkan potensi penyimpangan berkembang tanpa kontrol.

“Camat itu paham tupoksinya atau tidak? Ketika desa gaduh karena dugaan penyimpangan, harusnya sigap. Ini malah seolah tidak peduli,” tegas Hendra. Kamis (29/1/26)

Menurutnya, jika Camat Lenteng terus bungkam, maka Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Inspektorat Kabupaten Sumenep wajib memanggil dan mengevaluasi kinerjanya. Pasalnya, pengawasan terhadap desa merupakan kewenangan yang melekat pada jabatan camat.

Hendra menyatakan, setidaknya camat harus memanggil Kepala Desa Meddelan untuk meminta klarifikasi terbuka atas sejumlah kasus yang kini menjadi konsumsi publik.

“Kalau tidak mau turun ke lapangan, minimal panggil kepala desa. Tanyakan satu per satu isu yang berkembang,” ujarnya.

Sejumlah dugaan kasus yang mencuat di Desa Meddelan di antaranya dugaan proyek siluman pembangunan TPT tahun 2025, dugaan korupsi pengadaan kambing oleh BUMDes Meddelan, serta dugaan proyek perbaikan dan pengaspalan jalan desa tanpa papan informasi proyek.

“Kasus-kasus itu bukan isu kecil. Semuanya viral, tapi tidak ada sikap tegas dari camat,” ungkap jurnalis lapangan itu.

Hendra menambahkan, sikap camat yang tidak menjalankan fungsi pengawasan berpotensi mencederai wibawa Bupati Sumenep sebagai atasan langsungnya. Hal itu bertentangan dengan PP Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan, yang menegaskan camat bertanggung jawab langsung kepada bupati.

“Kalau tidak profesional, itu sama saja mempermalukan atasannya. Camat itu bukan jabatan simbolik,” imbuhnya.

Ia pun mendorong agar Camat Lenteng segera dipanggil untuk dievaluasi, bahkan jika perlu dilakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh lokasi proyek yang dipersoalkan di Desa Meddelan.

Sementara itu, Camat Lenteng Supardi hingga berita ini diturunkan masih memilih bungkam. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media tidak mendapat tanggapan, meski nomor telepon seluler yang bersangkutan dalam kondisi aktif.(Ris/Di)

Penulis : Ris

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru