Kasus HIV di Gresik Ancaman Tak Surut

Kamis, 4 Desember 2025 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Mukhibatul Khusnah saat menyatakan tentang kasus HIV (Istimewa - garudajatim.com)

i

Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Mukhibatul Khusnah saat menyatakan tentang kasus HIV (Istimewa - garudajatim.com)

GRESIK, Garuda Jatim — Kasus HIV di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ancamannya tetap membayang.

Data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik mengungkap bahwa kelompok usia produktif 25 tahun ke atas masih menjadi kelompok paling rentan terpapar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, Puspitasari Wardani, menuturkan bahwa pola penularan HIV di Gresik mengalami pergeseran. Kelompok laki suka laki (LSL) kini menjadi penyumbang terbesar.

“Kelompok LSL mencapai 18 persen, diikuti pasangan ODHIV 12 persen, TB–ODH 11 persen, pasangan berisiko tinggi 11 persen, serta pelanggan pekerja seks 10 persen,” ujarnya. Kamis (4/12/25).

Ia menegaskan, kelompok rentan tak hanya terbatas pada LSL dan pasangan risiko tinggi. Wanita pekerja seks (WPS), ibu hamil, calon pengantin, anak ODHIV, penderita IMS, pengguna narkoba suntik, serta transgender juga masuk kategori yang harus mendapat perhatian besar dalam rantai penularan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, Mukhibatul Khusnah, menyatakan bahwa hingga Agustus 2025 terdapat 197 kasus baru HIV/AIDS di Gresik. Angka ini turun signifikan dibanding 298 kasus pada 2024.

“Penurunan ini positif, tetapi belum bisa dianggap final. Tren kasus baru HIV menurun, namun potensi peningkatannya tetap ada jika masyarakat tidak waspada,” terangnya.

Menurutnya, salah satu tantangan utama adalah minimnya pemahaman publik mengenai perbedaan HIV dan AIDS.

“HIV adalah virus, sementara AIDS adalah kondisi ketika penderita mulai menunjukkan gejala berat seperti penurunan berat badan drastis atau infeksi serius,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pencegahan adalah kunci utama, mengingat HIV tidak dapat disembuhkan.

“Sekali terkena HIV, obat tidak bisa dilepas. ARV hanya mengendalikan virus, bukan membunuhnya. Berbeda dengan TB yang bisa sembuh dalam 6 bulan. ARV harus diminum seumur hidup, dan tentu ada efek samping.” bebernya.

Untuk menekan penyebaran, Dinkes Gresik memperluas akses layanan kesehatan dan memperkuat program deteksi dini.

“Kami rutin melakukan sosialisasi pencegahan dan pengobatan HIV dengan menggandeng seluruh puskesmas. Selain itu, penemuan kasus aktif dilakukan melalui Mobile VCT yang menjangkau wilayah-wilayah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi,” papar Mukhibatul.

Ia menambhakan, bahwa upaya kolaboratif ini bertujuan menyasar kelompok rentan serta memecah kebekuan stigma yang selama ini menjadi penghalang orang memeriksakan diri.

“Semua upaya ini hanya bisa efektif jika masyarakat mau membuka diri dan sadar pentingnya deteksi dini,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan
SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar
Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah
Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan
IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN
Inspektorat Sumenep Turun ke Meddelan, Audit ADD-DD dan Dugaan Polemik Dana BUMDes Jadi Sorotan
Menata Masa Depan dari Pinggiran: Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berkeadilan hingga Kepulauan
K-Beauty Serbu Kota Keris, MYZE Hotel Sumenep Sulap Beauty Class Jadi Panggung Percaya Diri Perempuan Muda
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:33 WIB

IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN

Berita Terbaru