JAKDI: Anarkisme Bukan Demokrasi, Pelaku Harus Ditindak Tegas

Selasa, 30 September 2025 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Jaringan Aktivis Demokrasi Indonesia (JAKDI), Ach Musthafa Roja’, saat menyampaikan pernyataannya tentang maraknya aksi demonstrasi berujung ricuh di sejumlah daerah (Za - garudajatim.com)

i

Ketua Jaringan Aktivis Demokrasi Indonesia (JAKDI), Ach Musthafa Roja’, saat menyampaikan pernyataannya tentang maraknya aksi demonstrasi berujung ricuh di sejumlah daerah (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Ketua Jaringan Aktivis Demokrasi Indonesia (JAKDI), Ach Musthafa Roja’, menegaskan sikap tegas organisasi yang dipimpinnya terkait maraknya aksi demonstrasi berujung ricuh di sejumlah daerah.

Ia menyatakan, setiap bentuk tindakan anarkisme harus diusut tuntas dan para pelakunya ditindak sesuai hukum tanpa toleransi.

“Kami mendukung kebebasan berpendapat dan hak menyampaikan aspirasi, tapi bukan dengan cara merusak fasilitas umum, membakar properti, atau melakukan kekerasan. Itu bukan perjuangan demokrasi, itu tindakan kriminal yang mencederai nilai-nilai demokrasi itu sendiri,” ujar Musthafa Roja’. Selasa (30/25)

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kerusuhan yang terjadi dalam beberapa aksi demonstrasi belakangan ini. Sejumlah massa aksi tercatat melakukan perusakan fasilitas publik, membakar kendaraan, hingga bentrok dengan aparat keamanan.

Menurut Musthafa, aparat penegak hukum harus bersikap objektif dan profesional dalam menangani kasus-kasus anarkisme. Penindakan tidak boleh pandang bulu, siapapun pelakunya dan dari latar belakang manapun.

“Siapa pun pelakunya, apapun latar belakangnya, harus diproses hukum secara adil. Jangan ada pembelaan yang tidak pada tempatnya hanya karena mengatasnamakan perjuangan rakyat atau demokrasi,” paparnya.

Ia menegaskan, tindakan brutal hanya akan merusak citra gerakan sosial yang sejatinya memperjuangkan aspirasi rakyat secara damai dan konstitusional.

JAKDI mengingatkan publik agar tidak terkecoh dengan aksi-aksi yang mengatasnamakan demokrasi namun berujung pada perusakan.

“Kita harus bisa membedakan antara pejuang demokrasi dan perusuh. Demokrasi tidak pernah mengajarkan kekerasan sebagai cara menyampaikan aspirasi,” tegasnya.

JAKDI mengimbau seluruh elemen masyarakat sipil, mahasiswa, dan organisasi masyarakat untuk terus menjaga semangat demokrasi dengan cara damai, santun, dan bertanggung jawab.

“Suara rakyat akan lebih didengar jika disampaikan dengan etika, argumentasi kuat, dan cara yang bermartabat. Demokrasi adalah ruang dialektika, bukan arena kekerasan,” imbuhnya.

Pernyataan JAKDI ini menjadi alarm moral bagi gerakan sipil agar tidak kehilangan arah, sekaligus penegasan bahwa demokrasi hanya bisa tumbuh sehat jika dijaga dengan nalar, etika, dan komitmen menjauhi kekerasan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB