SUMENEP, Garuda Jatim – Di tengah dinamika perubahan regulasi perizinan nasional, realisasi investasi di Sumenep, Jawa Timur, berhasil melampaui angka Rp2 triliun.
Capaian tersebut mencerminkan daya tahan iklim usaha lokal sekaligus kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep, Abd. Rahman Riadi, mengungkapkan bahwa total realisasi investasi tahun 2025 tercatat lebih dari Rp2 triliun jika digabungkan antara sektor migas dan nonmigas.
“Realisasi investasi tahun 2025 kita tembus di atas Rp2 triliun. Angka itu merupakan akumulasi investasi migas dan nonmigas yang masuk sepanjang tahun,” ujarnya. Selasa (13/1/26).
Jika ditelisik lebih dalam, lanjut dia, investasi nonmigas masih menjadi tulang punggung utama. Sepanjang 2025, realisasi investasi tanpa migas mencapai Rp1 triliun 916 miliar 810 juta 857 ribu.
Menariknya, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) justru tampil dominan sebagai motor penggerak investasi daerah.
“Investasi di Sumenep masih didominasi UMKM, terutama di sektor perdagangan makanan dan minuman, usaha eceran, serta konstruksi. Ini menunjukkan bahwa ekonomi kerakyatan kita bergerak dan tumbuh,” jelasnya.
Namun, Rahman tidak menampik bahwa perjalanan investasi sepanjang 2025 juga diwarnai tantangan. Salah satu kendala utama berasal dari perubahan regulasi perizinan berusaha di tingkat nasional.
Pihaknya menyatakan, sistem yang sebelumnya mengacu pada PP Nomor 5 Tahun 2021 kini beralih ke PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PBBR).
“Transisi regulasi ini cukup berdampak pada proses perizinan. Banyak pelaku usaha yang perlu beradaptasi ulang dengan skema dan ketentuan baru,” tegasnya.
Meski demikian, Rahman menegaskan bahwa hambatan tersebut bukan fenomena lokal semata. Hampir seluruh daerah di Indonesia mengalami situasi serupa akibat penyesuaian kebijakan nasional.
“Kendala ini tidak hanya terjadi di Sumenep, tapi hampir merata di seluruh Indonesia. Yang terpenting, kami terus melakukan pendampingan agar pelaku usaha tetap bisa berjalan,” paparnya.
Capaian investasi di atas Rp2 triliun ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi arah pembangunan ekonomi Sumenep ke depan.
Dengan dominasi UMKM sebagai penggerak utama, pemerintah daerah dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat fondasi ekonomi berbasis masyarakat, sembari terus membuka ruang bagi investasi skala besar yang berkelanjutan.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











