Hari Tani Nasional, DKPP Sumenep: Dorong Komoditas Masuk E-katalok

Rabu, 24 September 2025 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, saat diwawancarai pada gelaran Hari Tani Nasional (Za - garudajatim.com)

i

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, saat diwawancarai pada gelaran Hari Tani Nasional (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggelar Festival Hari Tani Nasional 2025 dengan tujuan menguatkan, mengukuhkan, dan meningkatkan semangat para petani.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sembilan belas stan atau bazar produk olahan maupun mentah di depan Pendopo Agung Kraton Sumenep yang bekerjasama dengan BEM Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja Madura.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa varian komunitas lokal sangat luar biasa, sehingga ada komunitas lokal yang sudah diidentifikasi dan berlabel.

“Terutama ada bawang merah, cabe jamu, dan sekarang ada kacang komak yang sebagai potensi bagaimana kita tinggal mendorong untuk menjadi olahan sehingga menjadi pendapatan petani,” ujarnya. Rabu (24/25)

Inung, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa pihaknya sudah mengundang sebanyak dua belas penangkar untuk bisa mengembangkan, mengembangbiakkan, dan membudidayakan kualitas komoditas padi, kelapa, dan lainnya untuk bisa masuk diunggah di E-katalok.

“Artinya ketika sudah E-katalok kita sudah siap terhadap persaingan dan ikut dalam persaingan pasar digital,” tegasnya.

Saat ini, lanjut pria murah senyum itu, DKPP mendorong tingkat penjualan pasar untuh, tinggal bagaimana menjaga kualitasnya.

“Kuantiti dan pasarnya kita dorong sedang pada tahun 2026 ada program untuk pengembangan peremajaan dan perluasan buah kelapa serta kacang mete berdasarkan hasil rapat dengan Kementerian Pertanian,” imbuhnya.

“Pada 2026-2027 Kabupaten Sumenep termasuk dalam locus peremajaan pengembangan kelapa dan kacang mete,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru