Gelombang Diare Usai Program MBG, Guru dan Siswa Pragaan Sumenep Sama-sama Terserang

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi Guru diare usai konsumsi program MBG di SPPG Pakamban Laok 2 (Ris - garudajatim.com)

i

Foto ilustrasi Guru diare usai konsumsi program MBG di SPPG Pakamban Laok 2 (Ris - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang kesehatan peserta didik justru menuai sorotan serius di Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Sejumlah guru dan siswa dilaporkan mengalami diare usai mengonsumsi menu MBG yang disalurkan oleh SPPG Pakamban Laok 2, di bawah pengelolaan Yayasan Bumi Asfan Abadi.

Insiden tersebut terjadi pada 21 Januari 2026, ketika menu MBG berupa ayam bakar dibagikan secara bersamaan di lingkungan sekolah. Keluhan gangguan pencernaan yang dialami tidak hanya siswa, tetapi juga tenaga pendidik, memunculkan dugaan adanya persoalan serius pada kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.

Hasil penelusuran media ini mengungkap, seorang guru di Kecamatan Pragaan mengaku turut menjadi korban. Ia mengalami diare berkepanjangan setelah menyantap menu MBG yang diterimanya di sekolah.

“Yang mencret bukan hanya siswa, guru juga. Kami juga makan menu yang sama,” ujar salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya. Kamis (29/1/26).

Guru tersebut menduga kuat menu ayam bakar yang disajikan dalam kondisi tidak matang sempurna. Dugaan ini menguat seiring munculnya pemberitaan terkait siswa yang lebih dulu mengalami gangguan kesehatan serupa.

“Saya sampai bolak-balik ke kamar mandi. Awalnya tidak curiga. Setelah ramai diberitakan siswa diare, baru saya sadar, kemungkinan besar dari MBG itu. Ayamnya seperti belum masak betul,” katanya.

Menurut pengakuannya, secara kasat mata ayam terlihat matang, namun saat dikonsumsi teksturnya masih mencurigakan. Kondisi ini dinilai berbahaya, terlebih makanan tersebut dikonsumsi oleh anak-anak sekolah yang daya tahannya masih rentan.

Ia menilai, peristiwa ini menjadi alarm keras bagi penyelenggara MBG agar tidak mengabaikan standar keamanan pangan. Guru dan wali murid kini mulai diliputi kekhawatiran, karena program yang bertujuan meningkatkan gizi justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

“Programnya bagus, tapi kalau pengolahannya ceroboh, dampaknya fatal. Ini menyangkut keselamatan anak-anak,” tegasnya.

Hingga kini, pihak SPPG Pakamban Laok 2 maupun Yayasan Bumi Asfan Abadi belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan menu MBG yang menyebabkan gangguan kesehatan tersebut. Belum ada pula penjelasan mengenai proses pengolahan makanan, uji kelayakan, maupun langkah evaluasi pasca-kejadian.

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait dan akan terus memantau perkembangan kasus ini, termasuk kemungkinan adanya pemeriksaan lanjutan dari instansi berwenang.(Ris/Di

Penulis : Ris

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB