Gandeng ITS Surabaya, Brida Sumenep Teliti Banjir: Siap Tuntas 2 Pekan Lagi

Rabu, 12 November 2025 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan raya Selamat datang Sumenep terendam banjir (Za - garudajatim.com)

i

Jalan raya Selamat datang Sumenep terendam banjir (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik rawan genangan air untuk memastikan setiap data di lapangan benar-benar akurat dan komprehensif.

Langkah konkret itu menjadi bagian dari penelitian besar yang tengah digarap lembaga tersebut guna mencari solusi jangka panjang penanganan banjir di Kota Keris julukan yang melekat pada Sumenep.

Kepala Brida Sumenep, Benny Irawan, menyebut timnya baru-baru ini melakukan observasi langsung di beberapa titik krusial seperti Nambakor, Pinggirpapas, Karang Anyar, serta sejumlah area pusat kota yang kerap terendam setiap musim hujan.

“Kami ingin memastikan riset ini benar-benar menghasilkan solusi nyata. Hasil penelitian nantinya diharapkan bisa menjadi acuan dalam kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya. Rabu (12/11/25)

Menurutnya, penelitian tersebut kini memasuki tahap akhir penyempurnaan. Sejumlah data tambahan masih dikumpulkan dan akan dianalisis secara mendalam sebelum dilaksanakan focus group discussion (FGD) terakhir.

“Tinggal satu kali FGD lagi. Insyaallah dua minggu lagi penelitiannya sudah tuntas,” jelasnya.

Penelitian banjir ini tidak dilakukan secara tunggal. Brida Sumenep menggandeng berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), untuk mengidentifikasi akar persoalan banjir secara lebih menyeluruh.

“Kami melibatkan OPD terkait agar temuan riset sesuai dengan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar asumsi,” imbuhnya.

Melalui pendekatan lintas sektor ini, Brida ingin memastikan bahwa solusi yang dihasilkan bukan hanya bersifat reaktif, tetapi juga progresif dengan mempertimbangkan tata ruang, drainase, perubahan iklim, serta perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Lebih lanjut, Benny menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan pihaknya tidak berhenti pada tindakan jangka pendek seperti pengerukan sungai atau pembersihan saluran drainase, tetapi juga menyentuh aspek perencanaan kota dan mitigasi bencana jangka panjang.

“Kami ingin solusi yang bersifat permanen agar penanganan banjir di Sumenep bisa berkelanjutan. Tidak setiap tahun menunggu genangan baru,” tuturnya.

Riset tersebut juga mengkaji kemungkinan pembangunan infrastruktur hijau seperti taman resapan, sumur imbuhan, hingga sistem drainase modern berbasis teknologi, yang diyakini mampu memperkuat daya serap air dan mencegah limpasan berlebih ke kawasan pemukiman.

Dalam pandangan Brida, keberhasilan riset daerah tidak cukup diukur dari jumlah laporan yang dihasilkan, melainkan dari seberapa besar hasil penelitian dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan kkonkret

“Semakin banyak hasil riset yang diimplementasikan, semakin tinggi kualitas riset tersebut,” tegasnya.

“Penelitian ini sebaga instrumen penting untuk mengarahkan kebijakan pembangunan yang berbasis data dan fakta lapangan,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep
Ketika Kritik Media Dijawab dengan Emosi, Bukan Data
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
SPPG Bermasalah, Kritik Dibungkam: SPPI Sumenep Dinilai Tak Serius Tangani MBG
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:19 WIB

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:19 WIB