Festival Literasi Sumenep: Bazar Buku Murah untuk Gen Z, Dari Rp10 Ribu hingga Diskon 80 Persen

Sabtu, 20 September 2025 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Flyer Festival Literasi Sumenep (Istimewa - garudajatim.com)

i

Flyer Festival Literasi Sumenep (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, genjot menghidupkan budaya membaca di tengah derasnya arus digitalisasi.

Salah satu langkah terbarunya adalah dengan menggelar bazar buku murah yang berlangsung dalam rangka Festival Literasi 2025 bertema Merawat Tradisi, Menggali Inspirasi Lewat Tradisi yang akan berlangsung pada 22 September 2025 mendatang.

Dalam bazar ini, ribuan judul buku dijajakan dengan harga mulai Rp10 ribu hingga potongan harga mencapai 80 persen. Targetnya jelas, mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk kembali bersentuhan dengan buku fisik.

“Mayoritas generasi Z sekarang lebih suka main HP daripada membaca buku. Bahkan kalau membaca pun, mereka lebih memilih lewat layar. Padahal buku cetak punya magnet berbeda, bisa membentuk kebiasaan membaca yang lebih dalam,” ujar Kepala Dispusip Sumenep, Rudi Yuyianto. Sabtu (20/25)

Harga buku yang tinggi sering dijadikan alasan rendahnya minat baca masyarakat. Dengan bazar ini, Dispusip berusaha membuka akses selebar-lebarnya.

Buku yang dipasarkan tidak hanya kategori umum, tetapi juga sastra lokal, bacaan motivasi, sejarah, hingga buku anak.

“Bazar ini kami buat bukan sekadar jualan, tapi kampanye. Kami ingin membaca menjadi kebiasaan, bukan kewajiban. Kalau akses diperluas, tak ada lagi alasan tidak membaca,” jelasnya.

Festival literasi kali ini memang memberi ruang besar bagi tradisi lokal. Selain bazar, pengunjung bisa menikmati pameran arsip sejarah, cerita rakyat Madura, hingga bedah buku karya penulis daerah.

Konsep ini dirancang agar generasi muda tak hanya sekadar membaca, tapi juga menemukan inspirasi dari akar budayanya sendiri.

“Tradisi itu tidak hanya untuk dikenang, tapi juga bisa menjadi sumber kreativitas. Buku menjadi jembatan agar warisan itu terus hidup,” ucapnya.

Ia menegaskan, data terbaru menunjukkan bahwa tingkat minat baca di Indonesia tahun 2025 masih tergolong rendah.

“Situasi ini menjadi tantangan besar, terutama di tengah derasnya konten digital yang membuat masyarakat lebih betah berselancar di media sosial ketimbang membuka buku,” tegasnya.

Dispusip menilai, generasi muda harus dikenalkan kembali pada buku fisik agar tidak kehilangan “rasa” membaca. Buku diyakini mampu membentuk karakter, memperluas imajinasi, dan melatih kemampuan analisis yang tidak selalu bisa diperoleh dari layar ponsel.

Festival Literasi di Sumenep diharapkan tidak berhenti hanya sebagai agenda seremonial. Lebih jauh, acara ini bisa menjadi pintu masuk lahirnya budaya membaca baru di kalangan masyarakat.

“Kami ingin melihat anak-anak muda yang setiap hari terbiasa membaca, bukan hanya karena ada tugas sekolah, tapi karena membaca itu menyenangkan. Itulah cita-cita besar dari festival ini,” pungkas Rudi.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru