Festival Dalang Topeng Remaja Sumenep 2025: Panggung Regenerasi, Benteng Terakhir Pelestarian Seni Topeng Madura

Jumat, 12 Desember 2025 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Dalang Topeng Remaja saat berantraksi diatas panggung (Za - garudajatim.com)

i

Festival Dalang Topeng Remaja saat berantraksi diatas panggung (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menunjukkan keseriusannya menjaga denyut nadi seni tradisi.

Melalui Festival Dalang Topeng Remaja 2025, para seniman muda diberi panggung terhormat untuk memastikan seni dalang topeng warisan budaya tua yang sarat filosofi tetap hidup, relevan, dan diteruskan lintas generasi.

Festival ini menjadi ruang temu antargenerasi sekaligus laboratorium kreatif para dalang muda.

Ketua Panitia, Beny Widarman, mengatakan bahwa festival tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya sistematis mencetak penerus seni topeng di Bumi Sumekar.

“Peserta Festival Dalang ini termudah masih sekolah dasar dan paling tua masih mahasiswa,” ujarnya. Jum’at (12/12/25

“Para dalang senior banyak yang sudah sepuh, sehingga regenerasi mutlak dilakukan.” imbuhnya.

Menyadari bahwa masa depan seni topeng terletak di tangan generasi muda, pihaknya sengaja melibatkan pelajar dan remaja, baik sebagai peserta maupun penonton. Pendekatan ini diyakini mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kecintaan terhadap seni tradisional sejak dini.

Festival ini juga dirancang sebagai proses pembelajaran terbuka, peserta tidak hanya tampil, tetapi juga dibina oleh para maestro topeng yang telah puluhan tahun malang melintang di panggung tradisi.

Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, memuji penyelenggaraan festival ini sebagai langkah konkret menjaga keberlanjutan seni lokal.

Menurutnya, dalang topeng bukan hanya hiburan, tetapi simbol nilai luhur masyarakat Madura.

“Festival ini bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang regenerasi untuk menjaga tradisi daerah tetap hidup sepanjang masa,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan
SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar
Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah
Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan
IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN
Inspektorat Sumenep Turun ke Meddelan, Audit ADD-DD dan Dugaan Polemik Dana BUMDes Jadi Sorotan
Menata Masa Depan dari Pinggiran: Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berkeadilan hingga Kepulauan
K-Beauty Serbu Kota Keris, MYZE Hotel Sumenep Sulap Beauty Class Jadi Panggung Percaya Diri Perempuan Muda
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:33 WIB

IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN

Berita Terbaru