SUMENEP, Garuda Jatim — Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumenep menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Hotel Musdalifah.
Hasil Musda VI, kader sepakat kembali mempercayakan tongkat kepemimpinan kepada Faisal Muhlis. Penetapan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, yang memimpin jalannya Musda Serentak bersama Sekjen PAN, Eko Patrio.
Di balik agenda yang tampak formal, Musda kali ini memunculkan denyut baru dalam dinamika politik PAN Sumenep.
Bukan sekadar pergantian struktur, tetapi menjadi ruang konsolidasi besar untuk menata ulang mesin partai setelah Pemilu 2024 yang belum menuai hasil maksimal.
Dalam penyampaiannya, Faisal mengatakan bahwa Musda VI adalah titik awal sebuah kerja panjang, bukan seremoni lima tahunan yang berlalu tanpa bekas.
“Musda ini menjadi start awal. Dalam satu bulan, kami targetkan struktur DPD terbentuk lengkap,” ujarnya. Minggu (30/11/25).
Pernyataan itu menandai keseriusan pihaknya dalam menata organisasi secara fundamental. Penyusunan struktur baru disebut sebagai prasyarat utama sebelum PAN Sumenep melangkah ke tahapan berikutnya.
Setelah pengurus DPD selesai dibentuk, pekerjaan berikutnya tidak kalah krusial, menyelesaikan Musyawarah Cabang (Muscab) untuk seluruh kecamatan di Sumenep. Agenda ini menjadi penting untuk membangun garis komando partai hingga akar rumput.
“Kami menunggu instruksi dari DPP dan DPW. Dokumen-dokumen sudah mulai kami siapkan. Setelah Muscab rampung, barulah kami fokus pada persiapan menuju Pemilu,” jelas Faisal.
Langkah ini menandai upaya PAN untuk menghindari masalah klasik organisasi: struktur tidak solid, koordinasi lemah, dan mesin partai yang tidak bergerak seragam di lapangan.
PAN Sumenep secara terang-terangan mematok target ambisius untuk Pemilu 2029. Mereka ingin merebut kembali kursi yang hilang pada Pemilu 2024 sekaligus menembus dapil yang sebelumnya kosong. Bahkan lebih jauh, PAN ingin kembali mengincar kursi pimpinan DPRD Sumenep.
“Targetnya sudah jelas. Untuk strategi detail akan kami konsolidasikan setelah struktur pengurus selesai,” tegasnya.
Dengan setting politik lokal yang dinamis, langkah ini menandai sikap PAN yang tidak ingin sekadar mempertahankan basis, melainkan memperluasnya secara terukur.
Faisal optimis, posisi PAN di pemerintahan pusat, keberadaan Ketua Umum PAN dalam kabinet nasional dinilai menjadi peluang strategis untuk memperkuat akses, mempercepat program, dan memberi ruang pembangunan lebih besar kepada daerah, termasuk Sumenep.
“Insyaallah posisi PAN di pusat berdampak positif untuk semua daerah. Kami berharap PAN mampu menjalankan amanah dan tampil sebagai partai pemenang,” pungkasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











