DKPP Sumenep Kukuhkan Diri sebagai Lumbung Inovasi Tembakau Jawa Timur, Dua Poktan Sapu Bersih Juara 1 dan 2 Gema Inovasi 2025

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid,(tengah berkacamata) saat menerima penghargaan inovasi pertanian tingkat Jawa Timur (Istimewa - garudajatim.com)

i

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid,(tengah berkacamata) saat menerima penghargaan inovasi pertanian tingkat Jawa Timur (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, menegaskan dominasinya dalam arena inovasi pertanian tingkat Jawa Timur.

Dua kelompok tani (Poktan) asal Sumenep Al Muawwanah dari Kecamatan Guluk-Guluk dan Al Ikhlas Lebeng Timur dari Kecamatan Pasongsongan berhasil menyapu bersih Juara 1 dan Juara 2 pada ajang Penerapan Inovasi Teknis Pengembangan Varietas Tembakau dalam kegiatan Gema Inovasi Pengembangan Tembakau Provinsi Jawa Timur 2025.

Prestasi ini bukan sekadar gelar simbolis, melainkan penegasan posisi Sumenep sebagai daerah dengan ekosistem inovasi pertanian yang terus bergerak progresif di tengah perubahan iklim, mahalnya input pertanian, dan tuntutan pasar tembakau yang semakin selektif.

Menyabet Juara 1, Poktan Al Muawwanah dari Gang Asem, Desa Guluk-Guluk, tampil sebagai pionir melalui inovasi berbasis Trichoderma pada bokashi, sebuah terobosan yang menyentuh langsung inti persoalan petani tembakau efisiensi pupuk, ketahanan tanaman, dan kualitas daun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan apresiasi penuh dan menyebut capaian ini sebagai tonggak penting bagi masa depan tembakau Madura.

“Inovasi ini membuktikan bahwa petani kita tidak hanya bekerja keras, tetapi juga cerdas. Penggunaan Trichoderma, bokashi, hingga ekstrak kelor adalah langkah maju untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia dan meningkatkan kualitas tembakau lokal,” ujarnya. Rabu (3/12/25)

Chainur menegaskan, bahwa inovasi yang lahir dari petani adalah aset strategis yang tidak boleh berhenti hanya pada kompetisi.

“Kami di DKPP berkomitmen penuh mendukung setiap gagasan baru. Ke depan, kami akan memperkuat pendampingan, membuka ruang uji coba lapangan, dan memperluas adopsi teknologi ramah lingkungan. Tembakau adalah komoditas strategis, dan inovasi adalah kunci masa depannya.” tukasnya.(Za/Di)

 

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep
Ketika Kritik Media Dijawab dengan Emosi, Bukan Data
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
SPPG Bermasalah, Kritik Dibungkam: SPPI Sumenep Dinilai Tak Serius Tangani MBG
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:19 WIB

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:19 WIB