DKPP Sumenep: HUT ke-80 RI Momentum Perjuangan Baru Wujudkan Kedaulatan Pangan

Minggu, 17 Agustus 2025 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, bersama istri tercintanya saat menghadiri upacara HUT ke-80 RI di halaman pemkab (Za - garudajatim.com)

i

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, bersama istri tercintanya saat menghadiri upacara HUT ke-80 RI di halaman pemkab (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Bagi DKPP, peringatan kemerdekaan tahun ini merupakan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang menjadi tulang punggung kemandirian bangsa.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa tantangan pangan ke depan semakin kompleks.

“Perubahan iklim, alih fungsi lahan pertanian, hingga gejolak harga komoditas global menjadi ancaman nyata bagi ketahanan pangan nasional,” ujarnya. Minggu (17/25)

Karena itu, lanjut dia, HUT ke-80 RI dimaknai sebagai titik tolak untuk menguatkan strategi pertanian berkelanjutan, meningkatkan produktivitas petani, sekaligus mendorong inovasi di sektor pangan.

“Kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat kita tidak bergantung pada impor pangan. Semangat 80 tahun Indonesia merdeka harus kita teruskan dalam bentuk kedaulatan pangan yang kokoh dan berkeadilan,” tegasnya.

Selain meningkatkan produktivitas, DKPP juga tengah mendorong pola konsumsi pangan masyarakat agar lebih beragam dan bergizi seimbang.

Menurutnya, mengurangi ketergantungan pada satu komoditas sekaligus memberdayakan hasil pertanian lokal adalah kunci menjaga stabilitas pangan di tingkat daerah.

Peringatan HUT ke-80 RI juga disebut menjadi pengingat bahwa petani adalah “pahlawan pangan” yang harus mendapatkan dukungan nyata.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperluas akses pasar, memperkuat kelembagaan petani, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi pertanian,” kata Inung sapaan akrabnya.

“Jika dulu para pahlawan berjuang dengan bambu runcing, kini petani berjuang dengan cangkul, pupuk, dan inovasi. Tugas kita adalah memastikan mereka tidak berjuang sendirian,” imbuhnya.

Dengan semangat kemerdekaan, DKPP menegaskan bahwa menjaga pangan sama artinya dengan menjaga kedaulatan bangsa.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru