Distribusi MBG Molor, SPPG Lenteng Timur 3 Kembali Tuai Kritik Keras

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Garuda Jatim – SPPG Lenteng Timur 3 kembali menjadi sorotan publik setelah diduga mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di luar waktu yang telah ditentukan.

Makanan dilaporkan baru tiba di sekolah saat para siswa sudah pulang, Selasa (31/3/26), memicu kritik tajam dari kalangan pendidik dan masyarakat.

Peristiwa ini menambah daftar persoalan yang membelit unit tersebut. Sebelumnya, SPPG Lenteng Timur 3 sempat dikenai sanksi penghentian operasional akibat belum memenuhi standar sanitasi, termasuk ketiadaan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Seorang guru taman kanak-kanak mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian tersebut.

“Anak-anak sudah tidak ada di sekolah, tapi makanan justru baru datang. Ini jelas tidak bisa diterima,” ujarnya. Selasa (31/3/26)

Mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) MBG Tahun Anggaran 2026, distribusi makanan seharusnya dilakukan dalam rentang waktu yang telah ditetapkan, yakni pukul 06.00–09.00 untuk pagi dan 11.00–14.00 untuk siang. Keterlambatan distribusi hingga melewati jam sekolah dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap aturan pelaksanaan program.

Selain soal waktu, juknis juga menekankan bahwa distribusi harus tepat sasaran dan memastikan makanan dikonsumsi langsung oleh siswa penerima manfaat. Dalam kasus ini, keterlambatan menyebabkan tujuan utama program tidak tercapai.

Sumber internal di lingkungan pendidikan menilai kejadian ini sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap regulasi.

“Ini bukan pertama kali. Kalau kesalahan terus berulang setelah ada sanksi, berarti ada masalah dalam komitmen pelaksanaan,” katanya.

Tak hanya itu, aturan juga menetapkan batas jarak distribusi maksimal 6 kilometer atau waktu tempuh 30 menit guna menjamin ketepatan waktu. Fakta di lapangan yang menunjukkan keterlambatan signifikan memunculkan dugaan lemahnya manajemen distribusi.

Kondisi ini memicu desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Lenteng Timur 3. Masyarakat menilai, jika pelanggaran terus dibiarkan, maka program MBG berpotensi kehilangan kepercayaan publik.

Program MBG yang seharusnya menjadi solusi peningkatan gizi anak justru terancam menjadi beban anggaran tanpa hasil nyata. Keterlambatan distribusi tidak hanya merugikan penerima manfaat, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program di lapangan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah lanjutan atas kejadian tersebut. Namun tekanan publik terus menguat, menuntut tindakan tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan
SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar
Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah
Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan
IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN
Inspektorat Sumenep Turun ke Meddelan, Audit ADD-DD dan Dugaan Polemik Dana BUMDes Jadi Sorotan
Menata Masa Depan dari Pinggiran: Bappeda Sumenep Dorong Pembangunan Berkeadilan hingga Kepulauan
K-Beauty Serbu Kota Keris, MYZE Hotel Sumenep Sulap Beauty Class Jadi Panggung Percaya Diri Perempuan Muda
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:22 WIB

Bupati Fauzi Gaungkan Semangat Pancasila di Tengah Tantangan Zaman dan Ancaman Perpecahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

SKK Migas dan KKKS Fasilitasi Mudik Gratis serta Tebar Kurban hingga Pulau Terluar

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Tak Hanya Mengajar, Disdik Sumenep Cetak Guru Penulis Melalui Pelatihan Karya Ilmiah

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:30 WIB

Dari Scroll ke Cuan: DKUPP Ungkap Revolusi Bisnis Anak Muda Sumenep yang Dimulai dari Genggaman Tangan

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:33 WIB

IPAL Bermasalah, Puluhan Dapur MBG di Sumenep Mendadak Dihentikan BGN

Berita Terbaru