Distribusi MBG Mendadak di SPPG Pakamban Laok 2 Dipertanyakan, Sekolah Sudah Libur

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto mobil SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, saat mendistribusikan menu MBG (Za - garudajatim.com)

i

Foto mobil SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, saat mendistribusikan menu MBG (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, secara tiba-tiba mengumumkan akan kembali mendistribusikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (11/3/2026) besok, setelah hampir sepekan tidak ada penyaluran kepada para siswa.

Namun rencana distribusi tersebut menuai tanda tanya dari sejumlah pihak sekolah. Pasalnya, beberapa sekolah di wilayah penerima manfaat diketahui telah meliburkan kegiatan belajar mengajar, sehingga pembagian MBG dinilai tidak tepat waktu dan terkesan dilakukan secara mendadak tanpa koordinasi yang matang.

Salah satu pihak sekolah mengaku baru mendapatkan informasi terkait rencana distribusi tersebut sehari sebelum pelaksanaan. Kondisi itu membuat sekolah tidak memiliki cukup waktu untuk menyiapkan mekanisme pembagian kepada siswa.

“Besok katanya ada MBG, tapi sekolah sudah pada libur,” ujar salah satu perwakilan sekolah. Selasa (10/3/26).

Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyoroti minimnya komunikasi dari pengelola SPPG Pakamban Laok 2 selama masa penghentian sementara program MBG. Selama sekitar satu pekan terakhir, distribusi program tersebut tidak berjalan dengan alasan evaluasi, namun tidak disertai penjelasan yang jelas mengenai kapan penyaluran akan kembali dilakukan.

Ketidakjelasan informasi tersebut berdampak langsung kepada pihak sekolah yang menjadi sasaran pertanyaan para wali murid. Banyak orang tua siswa mempertanyakan alasan tidak dibagikannya MBG kepada anak-anak mereka selama beberapa hari terakhir.

“Selama seminggu tidak ada kejelasan dari pihak SPPG. Banyak wali murid bertanya ke kami kenapa MBG tidak dibagikan,” ungkapnya.

Situasi tersebut memunculkan kritik terhadap pola koordinasi yang dilakukan oleh pengelola SPPG Pakamban Laok 2. Program yang merupakan salah satu kebijakan strategis Presiden Republik Indonesia itu dinilai membutuhkan perencanaan yang lebih matang, transparansi informasi, serta komunikasi intensif dengan pihak sekolah agar pelaksanaannya berjalan efektif.

Sebelumnya, SPPG Pakamban Laok 2 yang dikelola oleh Yayasan Bumi Asfan Abadi diketahui sempat mendapat penghentian sementara (suspend) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Langkah tersebut diambil setelah muncul sejumlah temuan yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan serta standar operasional yang telah ditetapkan oleh BGN dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Meski kini distribusi MBG disebut akan kembali berjalan, sejumlah pihak berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program di tingkat pelaksana, agar tujuan utama pemenuhan gizi bagi siswa dapat tercapai tanpa menimbulkan polemik di lapangan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan
Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND
Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus
129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter
Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat
Wabup Sumenep Dampingi Khofifah, Pantai Slopeng Disulap Jadi Pusat Layanan Warga
Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Sajikan A Taste of Home
Sae Rassa Hidupkan Malam Sumenep, Live Music dan Suki & Sushi Jadi Teman Bersantai
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Bappeda Sumenep Alihkan Pembiayaan PBI-JK 665.979 Jiwa ke APBN, Anggaran Daerah Dialihkan untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:39 WIB

Bawang Rubaru Naik Kelas, Bupati Sumenep Raih Apresiasi Kementan atas Keberhasilan UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Sumenep Buka Dasar Hitung Dana Cadangan Pilkada 2029 Rp75 Miliar, Wabup: Fiskal Jangan Sampai Tergerus

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:08 WIB

129 Kepala Sekolah Dilantik, Wabup Sumenep Ingatkan Teknologi Tak Boleh Mengikis Karakter

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Khofifah Bawa 150 Drum Aspal untuk Sumenep, Wabup Imam Hasyim: Alhamdulillah, Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Berita Terbaru