Bappeda Sumenep Intensifkan Standarisasi Sekolah Ramah Anak, Targetkan Kabupaten Layak Anak Tingkat Nindya

Selasa, 30 September 2025 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menggelar acara sosialisasi Standarisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak (Za - garudajatim.com)

i

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menggelar acara sosialisasi Standarisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, dalam melindungi hak-hak anak terus diperkuat. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar sosialisasi Standarisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) 2025 di Ruang Rapat Potre Koneng.

Sebanyak 49 lembaga pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, madrasah hingga SMK hadir dalam agenda strategis ini. Mereka didampingi oleh Fasilitator Daerah (Fasda) SRA, yang bertugas membantu sekolah memahami borang standar sekaligus mengimplementasikan prinsip ramah anak di lingkungan belajar masing-masing.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah serius daerah untuk memperkuat posisi Sumenep sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Tahun kemarin Sumenep sudah meraih penghargaan KLA kategori Madya. Tahun depan, target kami meningkat ke tingkat Nindya. Untuk itu, SRA harus menjadi tolok ukur utama dalam menciptakan pendidikan yang benar-benar ramah anak,” ujarnya. Selasa (30/25)

Menurutnya, standar SRA bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen penting untuk membangun budaya belajar yang sehat, aman, dan inklusif.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penerapan SRA juga menjadi bagian dari klaster penilaian KLA di tingkat nasional.

“Sekolah perlu menjadikan SRA sebagai pedoman agar layanan pendidikan semakin berkualitas dan hak-hak anak terjamin penuh,” tambahnya.

Sosialisasi ini tidak hanya melibatkan Bappeda, tetapi juga menggandeng Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Kementerian Agama Sumenep, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Sumenep. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi kunci dalam mempercepat terwujudnya ekosistem pendidikan yang benar-benar ramah anak.

Arif menekankan, cita-cita besar Sumenep menuju KLA Nindya tidak boleh berhenti sebatas simbol atau penghargaan. Yang lebih penting adalah perubahan nyata di sekolah-sekolah, di mana setiap anak merasa aman, nyaman, dihargai, dan difasilitasi untuk berkembang sesuai potensinya.

“Semoga standar ini tidak hanya berhenti di atas kertas. Kami ingin sekolah-sekolah di Sumenep menjadi teladan nasional dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung tumbuh kembang anak,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru