Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi Pemutakhiran SISMIOP Tahap II, Warga Diajak Lebih Melek Pajak

Senin, 22 September 2025 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, saat diwawancarai tentang SISMIOP Tahap II (Za - garudajatim.com) 

i

Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, saat diwawancarai tentang SISMIOP Tahap II (Za - garudajatim.com) 

SUMENEP, Garuda Jatim – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memulai rangkaian Sosialisasi Pemutakhiran dan Pendataan Sistem Manajemen Informasi Objek Pajak (SISMIOP) Tahap II Tahun 2025.

Agenda ini berlangsung di sembilan desa selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (25/9/2025) mendatang, dengan fokus utama memperkuat pemahaman masyarakat terkait pentingnya data pajak yang valid, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kepala Bapenda Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan kegiatan ini tidak hanya bersifat administratif, melainkan sebagai sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

“Sosialisasi ini bukan sekadar formalitas, tapi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Kami ingin warga paham, pajak yang mereka bayarkan itu kembali untuk pembangunan dan kesejahteraan bersama,” ujarnya. Senin (22/25)

Rangkaian sosialisasi, lanjut dia, dimulai di Desa Bakeong Guluk-Guluk, Bates Dasuk, dan Ketawang Larangan Ganding. berlanjut di Desa Lebeng Timur Pasongsongan, Gadding Manding, dan Beringin Dasuk.Lalu ditutup di Desa Prancak Pasongsongan, Ganding Ganding, dan Pagarbatu Saronggi.

“Setiap kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, menghadirkan tim khusus yang membawa perlengkapan teknis, media banner, hingga roll meter simbolis untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai proses pengukuran dan pembaruan data objek pajak,” paparnya.

Faruk menegaskan, pola penyampaian informasi dalam sosialisasi dibuat sederhana, terbuka, dan mudah dipahami. Tujuannya agar masyarakat tidak merasa menjadi objek kebijakan semata, melainkan mitra aktif dalam pemutakhiran data.

“Intinya kami ingin masyarakat merasa dilibatkan. Sosialisasi ini menjelaskan kenapa data harus diperbarui, bagaimana teknisnya, dan apa manfaatnya. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap pengelolaan pajak bisa semakin meningkat,” tegasnya.

Menurut Faruk, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan warga. Oleh karena itu, Bapenda memilih metode sosialisasi yang komunikatif dan partisipatif.

“Kami yakin, semakin banyak warga yang sadar pajak, semakin besar pula manfaat pembangunan yang bisa mereka rasakan. Ini soal keadilan bersama,” imbuhnya.

SISMIOP sendiri menjadi instrumen vital dalam mengelola basis data objek dan subjek pajak daerah.

Ia berharap pemutakhiran data tidak hanya meningkatkan validitas informasi, tetapi juga mendukung optimalisasi penerimaan daerah yang berujung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Dengan langkah strategis ini, Bapenda Sumenep berupaya meneguhkan bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi investasi bersama untuk membangun masa depan Sumenep yang lebih maju dan berkeadilan,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Regulasi, UMKM Jadi Penyangga Utama Ekonomi Daerah
52 SPPG Sumenep Abai Uji Limbah Meski Diwajibkan Kepmen 2760
Perpres MBG Diperluas, Presiden Prabowo: Semua Tenaga Pendidikan Adalah Prioritas Bangsa
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:50 WIB

Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep

Berita Terbaru

Opini

Catatan Kritis Untuk Penyiaran RRI Sumenep

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:19 WIB