Bangun Dua Gudang Benih Bawang Merah di Rubaru, DKPP Sumenep Pertegas Langkah Reformasi Sistem Pangan Lokal

Selasa, 5 Agustus 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid saat ditemui di kantornya (Za -garudajatim.com)

i

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid saat ditemui di kantornya (Za -garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggagas pembangunan dua unit gudang penyimpanan benih (warehouse) yang akan mulai dibangun pada tahun anggaran 2025.

Pembangunan ini menyerap anggaran sebesar Rp1 miliar dari APBD Sumenep dan akan difokuskan di dua titik strategis di Kecamatan Rubaru, yaitu Desa Banasareh dan Desa Bunbarat, dua desa dengan intensitas aktivitas pertanian cukup tinggi namun minim infrastruktur penyimpanan pertanian yang memadai.

Kepala Bidang Pertanian DKPP Sumenep, Erfan Effendi, menguraikan bahwa tujuan utama pembangunan warehouse ini adalah untuk menjaga mutu benih, memperpanjang masa simpan, serta melindungi dari serangan hama dan pengaruh cuaca.

“Kedua gudang tersebut diperuntukkan bagi dua kelompok tani di Kecamatan Rubaru, yakni Poktan Anugerah dari Desa Banasareh dan Poktan Sumber Anyar dari Desa Bunbarat,” ujarnya. Selasa (5/25)

Kedua kelompok tani, lanjut dia, ini telah mengajukan permohonan pembangunan gudang dan disetujui oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur.

“Adapun ukuran masing-masing gudang diperkirakan seluas 15 meter x 15 meter,” ucapnya.

“Untuk perlengkapan penyimpanan di dalam gudang akan dipenuhi langsung oleh masing-masing kelompok tani,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa proses pembangunan masih dalam tahap lelang melalui sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

“Setiap gudang dialokasikan anggaran sebesar Rp500 juta. Nantinya difungsikan sebagai tempat penyimpanan benih bawang merah,” katanya.

Ia menegaskan, bahwa bawang merah yang dibudidayakan di wilayah Rubaru merupakan varietas lokal khas Sumenep yang perlu dilestarikan dan diperkuat eksistensinya.

“Kita punya varietas lokal yang harus kita banggakan. Maka dari itu, penting bagi kita untuk terus mengembangkannya melalui dukungan infrastruktur,” tegasnya.

Inung, sapaan akrabnya, menargetkan proses konstruksi akan segera dimulai setelah tahap lelang rampung.

“Paling lambat pada bulan September 2025, pembangunan sudah mulai dikerjakan dengan estimasi penyelesaiannya sekitar 90 hari,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menguji Nurani Hukum, Duplik ODGJ Sapudi Sumenep Bongkar Kekeliruan Dakwaan JPU
Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
Investasi Sumenep Tembus Rp2 Triliun di Tengah Transisi Regulasi, UMKM Jadi Penyangga Utama Ekonomi Daerah
52 SPPG Sumenep Abai Uji Limbah Meski Diwajibkan Kepmen 2760
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:58 WIB

Menguji Nurani Hukum, Duplik ODGJ Sapudi Sumenep Bongkar Kekeliruan Dakwaan JPU

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:01 WIB

Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti

Berita Terbaru