Bahas Transisi PAUD ke SD, Disdik Sumenep Gelar Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru

Selasa, 22 Juli 2025 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta pelatihan penguatan kompetensi guru saat mengikuti acara pembukaan di hotel azmi Sumenep (Za - garudajatim.com) 

i

Peserta pelatihan penguatan kompetensi guru saat mengikuti acara pembukaan di hotel azmi Sumenep (Za - garudajatim.com) 

SUMENEP, Garuda Jatim – Proses transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bukan hanya soal perubahan tempat belajar atau bergantinya jenjang pendidikan, namun salah satu fase perkembangan paling sensitif dalam kehidupan anak.

Sayangnya, proses transisi tersebut selama ini masih sering diperlakukan seperti ‘pemutusan’ pengalaman belajar, bukan keberlanjutan yang utuh.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Sumenep, Akhmad Fairusi, menyampaikan pihaknya terlalu cepat memaksa anak-anak menyesuaikan diri dengan dunia yang belum mereka pahami.

“Duduk rapi, menyalin panjang, atau bahkan mengikuti ulangan harian sejak minggu pertama, sehingga ini praktik yang tidak berpihak pada anak,” ujarnya. Selasa (22/25)

108 peserta mengikuti pelatihan, lanjut dia, terdiri dari 54 guru (TK) dan 54 guru (SD) kelas awal yang tersebar dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Sumenep, dengan fasilitator tersertifikasi dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Menurut Fairusi, pelatihan seperti ini bukan sekadar meningkatkan keterampilan teknis guru, namun membangun kesadaran baru tentang pentingnya kesinambungan belajar anak.

“Kelas 1 SD bukan ruang yang harus segera dipenuhi target akademik, melainkan menjadi lanjutan alami dari dunia PAUD yang penuh kasih sayang, permainan edukatif, dan pendekatan holistik,” ucapnya.

Ia menegaskan, satuan pendidikan dasar harus menjadi rumah kedua bagi anak. Tempat mereka tumbuh, merasa diterima, merasa senang, dan dipersiapkan dengan penuh cinta. Bukan ruang tekanan akademik yang membuat mereka kehilangan makna belajar.

“Jadi penting kerjasama antara guru TK dan guru SD. Transisi yang ideal hanya bisa tercapai jika kedua pihak saling terbuka, berkomunikasi, dan bekerja sama secara berkelanjutan,” tegasnya.

Pihaknya mengatakan, guru TK tidak boleh hanya melepas anak di pintu SD, dan guru SD tidak cukup hanya menyambut. Keduanya harus menyatu, membangun jembatan yang kokoh, agar anak-anak kita bisa melangkah dengan penuh percaya diri di setiap jenjang pendidikannya.

Ia mengajak seluruh peserta pelatihan untuk menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi dan komitmen bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih manusiawi.

“Kami berharap, praktik baik yang muncul dari pelatihan ini dapat menyebar ke seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep sebagai bagian dari gerakan kolektif transformasi pendidikan dasar,” harapnya.

“Mari kita pastikan, bahwa setiap anak yang memasuki sekolah dasar tetap membawa rasa ingin tahunya, senyumnya, dan semangat belajarnya bukan malah kehilangan semangat hanya karena kita tidak siap menyambutnya dengan cara yang tepat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep melaksanakan Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru TK dan SD dalam Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan, yang dimulai Senin 21 sampai 25 Juli 2025, di Hotel Asmi.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru