SUMENEP, Garuda Jatim – Awal Tahun 2026 dijadikan momentum strategis untuk melakukan pembenahan menyeluruh di tubuh birokrasi Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, secara tegas menyerukan pembaruan sikap, pola pikir, dan etos kerja aparatur sipil negara (ASN) saat memimpin Apel Gabungan perdana Tahun 2026 di halaman Kantor Pemkab Sumenep.
Di hadapan ratusan ASN lintas organisasi perangkat daerah (OPD), KH Imam Hasyim menyatakan bahwa pergantian tahun tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremonial, melainkan harus dimaknai sebagai titik awal perubahan nyata dalam kualitas pelayanan publik.
“Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin, maka dia adalah orang yang beruntung. Prinsip ini harus menjadi ruh kerja seluruh ASN di Kabupaten Sumenep,” ujarnya. Senin (5/1/26)
Menurut KH Imam Hasyim, tantangan pemerintahan ke depan menuntut ASN tidak lagi terjebak pada pola kerja administratif dan formalitas belaka.
Ia mengingatkan, bahwa masyarakat menilai kinerja pemerintah bukan dari laporan, tetapi dari dampak langsung yang dirasakan di lapangan.
Tahun 2026, lanjut dia, harus menjadi fase perubahan konkret. ASN harus bekerja dengan hasil, bukan hanya hadir dan menggugurkan kewajiban administratif.
Ia bahkan memastikan bahwa pengawasan terhadap kinerja OPD akan dilakukan secara langsung dan berkelanjutan, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola birokrasi.
“Kabupaten Sumenep harus lebih baik. Karena itu, kami akan memantau secara langsung kinerja OPD dalam menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam amanatnya, Wabup juga mengulas capaian fiskal daerah sebagai indikator kinerja pemerintahan. Ia menyebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2025 mencapai sekitar 15,9 persen atau setara Rp48 miliar, dan pada Tahun 2026 ditargetkan meningkat lebih signifikan.
Sementara itu, realisasi anggaran daerah mencapai 88,30 persen, angka yang menurutnya cukup baik namun tetap membutuhkan penguatan pada aspek disiplin, efektivitas, dan kualitas belanja.
“Capaian ini harus diiringi dengan disiplin yang kuat. Disiplin bukan hanya soal kehadiran, tetapi integritas, tanggung jawab, dan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
“Sebagai ASN, kita bukan hanya diawasi oleh atasan, tetapi juga dipantau dan dimonitor oleh Allah SWT. Karena itu, bekerjalah dengan kesadaran, kejujuran, dan keikhlasan,” tukasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











