Anggaran Rp3,4 Miliar Digelontorkan, Distribusi Seragam SD–MI Disdik Sumenep Cuma Ditangani Dua Petugas

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disdik Sumenep, ketika merealisasikan program pengadaan seragam gratis bagi siswa kelas II jenjang SD dan MI (Za - garudajatim.com)

i

Disdik Sumenep, ketika merealisasikan program pengadaan seragam gratis bagi siswa kelas II jenjang SD dan MI (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai merealisasikan program pengadaan seragam gratis bagi siswa kelas II jenjang SD dan MI.

Sebanyak 16.952 set seragam mulai didistribusikan secara bertahap sejak Selasa, 6 Januari 2026, menyusul kembali aktifnya kegiatan belajar mengajar pasca libur semester.

Distribusi perdana dipusatkan di Kecamatan Batuan dan Kecamatan Kota Sumenep, dengan sistem satu titik pengambilan per kecamatan.

Skema ini diklaim untuk memudahkan pengawasan sekaligus mencegah potensi ketidaksesuaian jumlah seragam dengan data penerima.

Namun di balik seremoni distribusi awal tahun ini, publik mulai menyoroti sejumlah aspek krusial tentang efektivitas distribusi, keterbatasan petugas, hingga transparansi realisasi anggaran yang mencapai miliaran rupiah.

Kepala Bidang SD Disdik Sumenep, Ardiansyah Ali Sochibi, mengakui bahwa penyaluran dilakukan secara manual dengan sumber daya yang sangat terbatas.

“Setiap kepala sekolah menerima langsung seragam di lokasi distribusi, kemudian dihitung bersama sesuai data siswa yang sebelumnya diajukan,” ujar Ardiansyah. Rabu (7/1/26).

Ia menargetkan seluruh seragam rampung terdistribusi sebelum akhir Januari 2026. Namun, fakta di lapangan menunjukkan tantangan serius hanya dua orang petugas yang menangani proses distribusi untuk puluhan kecamatan di wilayah daratan dan kepulauan Sumenep.

“Petugas kami memang terbatas. Tapi kami berupaya maksimal agar distribusi tetap selesai tepat waktu,” ucapnya.

Dari sisi anggaran, Disdik Sumenep sebelumnya mengalokasikan Rp3,5 miliar untuk pengadaan seragam SD dan MI. Namun realisasi belanja disebut hanya mencapai Rp3,4 miliar, menyisakan Rp100 juta sebagai Silpa.

Rinciannya, 9.591 siswa SD menelan anggaran sekitar Rp1,9 miliar, sementara 7.361 siswa MI membutuhkan dana Rp1,5 miliar. Biaya tersebut sudah termasuk ongkos distribusi ke tiap kecamatan.

“Kami membelanjakan sesuai kebutuhan riil. Tidak ada pengadaan yang dipaksakan,” jelas Ardiansyah.

Meski demikian, transparansi pengadaan tetap menjadi perhatian publik, mengingat proyek ini dikerjakan oleh CV Awina Grup dengan masa kontrak yang berakhir pada 29 Desember 2025.

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra, menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan telah rampung tepat waktu.

Ia membantah adanya keterlambatan teknis, dan menyebut libur sekolah sebagai satu-satunya alasan distribusi baru dilakukan Januari ini.

“Produksi seragam selesai sebelum kontrak berakhir. Tapi sekolah masih libur, sehingga distribusi menunggu kegiatan belajar mengajar aktif kembali,” tegasnya.

Agus menyebut, program ini sebagai bagian dari prioritas kebijakan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, yang diklaim berorientasi pada pengurangan beban ekonomi orang tua.

“Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan. Kami ingin anak-anak lebih semangat sekolah,” lanjutnya.

Namun demikian, di tengah keterbatasan petugas distribusi, besarnya nilai anggaran, serta cakupan wilayah Sumenep yang kompleks, pengawasan publik menjadi kunci agar program seragam gratis ini benar-benar sampai ke tangan siswa yang berhak, bukan berhenti pada laporan administratif semata.

Distribusi masih berjalan. Publik pun menunggu, apakah program bernilai miliaran rupiah ini akan berakhir sebagai solusi nyata bagi pendidikan dasar, atau sekadar agenda rutin yang luput dari evaluasi mendalam.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG
Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”
HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern
Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan
SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 
Tarik Ulur Kepentingan di Balik Tiga Raperda, DPRD Sumenep Uji Arah Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Aset
Temuan Ulat dan Rambut di Menu MBG yang Disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 Picu Desakan Evaluasi Total
Dinsos P3A Sumenep Perkuat Peran, Satgas PPA Desa Jadi Instrumen Utama Perlindungan Perempuan dan Anak
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:32 WIB

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG

Jumat, 17 April 2026 - 12:28 WIB

Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern

Kamis, 16 April 2026 - 18:26 WIB

Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan

Rabu, 15 April 2026 - 22:20 WIB

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Berita Terbaru

SPPG Karangnangka, Kecamatan Rubaru, saat menerima penghargaan dari BGN ( Istimewa - garudajatim.com)

Berita

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:20 WIB