Alarm Keras untuk SPPG di Sumenep: Sidak Satgas MBG Temukan Kelalaian Pengelolaan Limbah

Senin, 6 April 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas MBG saat Sidak ke sejumlah SPPG di Kecamatan Ganding dan Guluk-Guluk Sumenep (Istimewa - garudajatim.com)

i

Satgas MBG saat Sidak ke sejumlah SPPG di Kecamatan Ganding dan Guluk-Guluk Sumenep (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Gelombang evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kian menguat setelah Satuan Tugas (Satgas) MBG melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Ganding dan Guluk-Guluk.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas laporan masyarakat yang sebelumnya disampaikan melalui forum audiensi.

Hasil sidak mengungkap fakta yang cukup mencengangkan. Sejumlah SPPG diduga belum menjalankan operasional sesuai petunjuk teknis (juknis), khususnya dalam aspek pengelolaan sampah dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Padahal, kedua aspek tersebut merupakan standar dasar yang tidak bisa ditawar dalam operasional layanan berbasis kesehatan dan gizi.

Anggota Satgas MBG Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menegaskan bahwa temuan ini menjadi sinyal kuat perlunya pembenahan menyeluruh dalam tata kelola SPPG.

“Ini bukan sekadar temuan biasa. Kami melihat ada kelemahan dalam sistem, terutama terkait fungsi struktur organisasi dan koordinasi yang belum berjalan maksimal,” ujarnya. Senin (6/4/26)

Ia menyoroti lemahnya komunikasi antara pengelola SPPG dengan instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang seharusnya berperan penting dalam pengawasan pengelolaan limbah.

Dari empat titik yang diperiksa tiga di Kecamatan Ganding dan satu di Guluk-Guluk, seluruhnya memiliki catatan yang mengarah pada perlunya evaluasi serius. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa persoalan yang terjadi bukan bersifat sporadis, melainkan sistemik.

“Pengelolaan sampah dan IPAL menjadi fokus utama dalam sidak kali ini. Ini menyangkut dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tegas Anwar.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan potensi dampak lingkungan jika tidak segera ditangani. Limbah yang tidak dikelola dengan baik berisiko mencemari lingkungan sekitar, bahkan dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi warga.

Publik kini menunggu langkah lanjutan dari Satgas MBG. Apakah temuan ini akan berujung pada tindakan tegas atau hanya berhenti pada tahap evaluasi, menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab.

Sidak ini menjadi cermin bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari distribusi makanan, tetapi juga dari kepatuhan terhadap standar operasional yang menjamin keamanan dan keberlanjutan lingkungan.

Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, maka peringatan ini berpotensi kehilangan makna. Lebih dari itu, kepercayaan masyarakat terhadap program strategis ini bisa tergerus secara perlahan.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB