Aktivis Sumenep Kecam Akan Gagalkan DJ Meysha di Mr Ball

Jumat, 2 Januari 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Sumenep, Tolak Amir, bersama rekannya saat menyegel tempat hiburan malam Mr Ball (Istimewa - garudajatim.com)

i

Aktivis Sumenep, Tolak Amir, bersama rekannya saat menyegel tempat hiburan malam Mr Ball (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan setelah beredar video rencana pagelaran MR Ball yang menampilkan DJ Meysha digulirkan oleh panitia lokal di venue hiburan malam MR Ball, Jalan Arya Wiraraja.

Rencana acara tersebut memicu kecaman keras dari sejumlah aktivis masyarakat sipil dan mahasiswa setempat yang menilai kegiatan itu bertentangan dengan nilai religius, budaya lokal, dan tata sosial komunal Sumenep.

Aktivis Sumenep, Tolak Amir, menyatakan bahwa pagelaran DJ musik elektronik semacam ini bukan hanya sekadar hiburan, melainkan potensi pelanggaran terhadap kultur religius Sumenep yang selama ini sangat dijunjung tinggi oleh warganya.

“Karenanya, gelaran pesta malam berpenampilan DJ dan elemen nightlife akan membawa dampak negatif, khususnya pada generasi muda yang rentan terpengaruh gaya hidup konsumeristik yang dinilai tidak cocok dengan karakter lokal masyarakat Sumenep,” ujarnya. Jumat (2/1/25)

“Kami memahami bahwa warga berhak berekspresi, namun ketika ekspresi itu menabrak norma budaya, kita wajib bersuara. DJ Meysha di MR Ball bukan sekadar musik, ini adalah simbol dari arus eksternal yang bisa merusak struktur moral komunitas,” tegasnya.

Menurutnya, ini bukan soal selera musik. Ini soal keberanian menantang wajah Sumenep sebagai daerah religius. Jika dipaksakan, jangan salahkan rakyat bila turun tangan.

Pihaknya menilai, rencana acara ini sarat kejanggalan, terutama soal perizinan yang terkesan senyap dan minim sosialisasi publik.

Amir menyampaikan, apakah Aparat Penegak Hukum memberikan izin dan dasar pemberian izin seperti apa jika diizinkan, dan rekomendasi tokoh agama, serta kajian dampak sosial dan keamanan.

“Kalau aparat berani mengeluarkan izin tanpa mendengar suara ulama dan masyarakat, maka yang dipertaruhkan bukan cuma acara, tapi legitimasi moral pemerintah sendiri,” kecamnya.

“Ini lebih nekat. Seolah-olah ada yang ingin menguji sejauh mana masyarakat Sumenep masih bisa dibungkam,” tukasnya.

Namun hingga berita ini diturunkan, setelah redaksi garudajatim.com mencoba konfirmasi melalui media WhatsApp, Pihak Mr Ball dan Polres Sumenep masih bungkam.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB