Bakesbangpol Sumenep Gelar Maulid Nabi Sekaligus Pembubaran Paskibraka

Sabtu, 20 September 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bakesbangpol Sumenep, Achmad Dzulkarnain, saat foto bersama dengan seluruh pejabat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad serta pembubaran anggota Baskibra ( Za - garudajatim.com)

i

Kepala Bakesbangpol Sumenep, Achmad Dzulkarnain, saat foto bersama dengan seluruh pejabat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad serta pembubaran anggota Baskibra ( Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pembubaran anggota Paskibraka 2025.

Perpaduan religiusitas dan nasionalisme ini menjadi sorotan karena menghadirkan nuansa baru dalam tradisi birokrasi lokal.

Acara yang digelar di halaman kantor Bakesbangpol ini dihadiri jajaran pejabat daerah, tokoh agama, serta seluruh anggota Paskibraka.

Di sisi lain, prosesi pembubaran Paskibraka menjadi penutup perjalanan pasukan muda yang sukses menjalankan tugas pengibaran bendera pada 17 Agustus lalu.

Kepala Bakesbangpol Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengatakan penggabungan acara ini bukan kebetulan.

“Kami ingin anak-anak Paskibraka belajar bahwa nasionalisme dan religiusitas bukan dua hal yang terpisah. Justru keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya. Sabtu (20/25)

Momentum pembubaran bukan sekadar formalitas, lanjut dia, setelah menjalani karantina, latihan keras, hingga tampil di upacara HUT RI, para anggota Paskibraka resmi dikembalikan ke sekolah masing-masing.

Namun, pihaknya menyatakan, tanggung jawab mereka belum selesai. Pihaknya menegaskan bahwa para alumni Paskibraka tetap menjadi role model di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Semangat disiplin, cinta tanah air, dan keteladanan yang ditunjukkan saat bertugas harus terus dipraktikkan,” tegasnya.

Penggabungan Maulid Nabi dan pembubaran Paskibraka memberi warna berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, kedua acara ini berdiri sendiri, Maulid dilaksanakan oleh instansi keagamaan, sementara Paskibraka ditutup dengan malam ramah tamah.

Kini, Bakesbangpol mencoba menyatukan keduanya. Hasilnya, suasana sakral Maulid memperkuat nilai moral acara, sementara seremoni Paskibraka memberi nuansa kebangsaan.

“Generasi muda harus dibekali akhlak sekaligus nasionalisme. Tanpa itu, mereka bisa kehilangan arah,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPP KNPI Tancap Gas Konsolidasi Nasional, Musda Enam Provinsi Digelar
Aktivis HMI UNIBA Madura Nilai Pilkada Lewat DPRD Sebagai Langkah Mundur Demokrasi
Menguji Nurani Hukum, Duplik ODGJ Sapudi Sumenep Bongkar Kekeliruan Dakwaan JPU
Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa
Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 
Sidang ODGJ Sapudi Menguak Cacat Tuntutan Jaksa, KUHP Lama Dipersoalkan di PN Sumenep
Bupati Sumenep Lakukan Reset Birokrasi 2026, Sembilan Kepala OPD Kunci Diganti
Dana PKH Diduga Digunting Bertahun-tahun, Laporan Warga Pakondang Mandek di Kejari Sumenep
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:21 WIB

DPP KNPI Tancap Gas Konsolidasi Nasional, Musda Enam Provinsi Digelar

Kamis, 15 Januari 2026 - 20:54 WIB

Aktivis HMI UNIBA Madura Nilai Pilkada Lewat DPRD Sebagai Langkah Mundur Demokrasi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:58 WIB

Menguji Nurani Hukum, Duplik ODGJ Sapudi Sumenep Bongkar Kekeliruan Dakwaan JPU

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Pledoi Asip Kusuma: Dari Tamu Pernikahan ke Kursi Terdakwa

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:07 WIB

Air Mata di Ruang Sidang PN Sumenep: Korban Cekikan ODGJ Sapudi Menangis Saat Membela Diri, Anak Putus Sekolah 

Berita Terbaru