Pemkab Tulungagung Gaspol Percepatan Infrastruktur: Proyek Fisik Dikebut, Waktu Jadi Tantangan Utama

Sabtu, 20 September 2025 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, saat diwawancarai terkait infrastruktur (Istimewa - garudajatim.com)

i

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, saat diwawancarai terkait infrastruktur (Istimewa - garudajatim.com)

TULUNGAGUNG, Garuda Jatim – Percepatan realisasi pembangunan infrastruktur kini menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur, di semester kedua tahun ini.

Targetnya jelas, proyek perbaikan hingga rehabilitasi jalan di sejumlah titik strategis harus rampung, meski waktu pengerjaan yang tersedia kian sempit.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Agus Sulistiono, merinci bahwa pihaknya menggarap 63 kegiatan reguler sepanjang 2025.

“Rinciannya, 13 paket rekonstruksi jalan, 11 sudah kontrak dan 2 masih proses lelang, 16 paket pemeliharaan jalan berkala, 8 sudah SPK dan 5 bahkan selesai, seperti ruas Mojosari-TPA, TPA Segawe, hingga Segawe-Pennjor,” ujarnya. Sabtu (20/25)

“Delapan kegiatan lainnya sedang lelang. Harapannya bulan ini sudah bisa kontrak,” imbuhnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, untuk pembangunan jalan baru ada 25 paket pekerjaan. Dari jumlah itu, 22 sudah berkontrak, meski progres fisiknya masih rendah.

“Ada yang kontraknya 15 Agustus, ada yang 3 September. Jadi saat ini memang sedang dikebut pengerjaannya,” beber Agus.

Selain itu, pihaknya menyatakan, masih ada tiga kegiatan fisik lain dalam proses lelang. Tren progres pembangunan terus naik seiring berjalannya waktu.

“Prinsipnya, reguler bulan ini segera meningkat progresnya,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengatakan bahwa dukungan pembangunan tidak hanya bersumber dari APBD Kabupaten, melainkan juga dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Salah satunya adalah bantuan perbaikan ruas jalan di wilayah Kecamatan Bandung.

“Kita hanya menerima manfaatnya saja, karena semua prosesnya, mulai dari perencanaan hingga eksekusi, langsung ditangani pemprov. Awalnya kita ajukan Rp 50 miliar, tapi karena situasi dibagi-bagi, kita dapat Rp 20 miliar. Itu pun bukan kita yang mengerjakan,” kata Gatut.

Namun, Gatut tak menutup mata soal sejumlah kendala yang menghambat realisasi pembangunan. Banyak paket pekerjaan baru bisa berjalan di pertengahan tahun akibat keterlambatan proses tender dan finalisasi anggaran.

“Kalau tender bebas jelas waktunya tidak mungkin. Paling hanya bisa terserap separuh. Insya Allah sisanya bisa dipakai awal tahun depan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, Keterbatasan waktu menjadi pekerjaan rumah yang sulit dielakkan. Apalagi, pengesahan anggaran baru diparipurnakan sekitar September, sementara proses tender idealnya memerlukan 2,5 bulan. Praktis, sejumlah proyek terancam tidak tuntas tahun ini.

“Kini, dengan waktu yang makin terbatas, gebrakan Pemkab diuji, apakah percepatan yang dijanjikan mampu menjelma menjadi jalan mulus di lapangan, atau justru kembali terganjal oleh ritme birokrasi yang lamban,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah
“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan
E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026
Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend
BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2
Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi
Ulama dan Habaib Ultimatum DPRD Sumenep, Desak Tutup Permanen Tempat Hiburan Malam
Dua Isu Besar Membayangi Kepala Diskominfo Sumenep, Indra Wahyudi Dinilai Lebih Aktif Bangun Pencitraan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:03 WIB

IWO Sumenep Gelar Audensi: Desak Evaluasi Total SPPG, Satgas Akui Program Masih Bermasalah

Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB

“Bismillah Melayani” Tinggal Slogan: Setahun Bupati Fauzi–Imam, Banjir Tetap Langganan, Pembangunan Sumenep Dipertanyakan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:41 WIB

E-Katalog Dipaksakan, IWO Sumenep Tegas Tolak Skema Publikasi 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 13:14 WIB

Evaluasi Dijadikan Alasan, SPPG Pakamban Laok 2 Sumenep Kena Suspend

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

BGN Stop 17 Dapur MBG di Jatim, Kasus Makanan Tak Layak Seret SPPG Pakamban Laok 2

Berita Terbaru