Jumlah Calon Siswa Sekolah Rakyat Sumenep Tembus 91 Anak, Dinsos P3A Ungkap Perjuangan Panjang di Lapangan

Jumat, 19 September 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, saat mengungkapkan tentang kuota program pendidikan gratis (Za - garudajatim.com)

i

Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, saat mengungkapkan tentang kuota program pendidikan gratis (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Program pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai menunjukkan hasil nyata.

Hingga pertengahan September 2025, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) mencatat sebanyak 91 calon siswa resmi terdaftar, baik di jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Jumlah itu mendekati kuota penuh 100 siswa yang disiapkan, masing-masing 50 anak per jenjang.

Rinciannya, sebanyak 45 calon siswa tingkat SD dan 46 calon siswa tingkat SMP telah tercatat sebagai peserta angkatan pertama Sekolah Rakyat. Angka tersebut melonjak drastis jika dibandingkan bulan sebelumnya, ketika jumlah calon siswa baru menyentuh lima orang saja.

“Iya, memang dari awal itu kita mencari ya, bukan membuka pendaftaran. Namanya mencari, ya bisa cepat bisa lambat,” ujar Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin. Jumat (19/25)

Mustangin menegaskan, capaian ini merupakan hasil dari kerja keras lintas sektor. Tidak hanya Dinsos P3A, tetapi juga melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Tagana, TKSK, camat hingga kepala desa.

Mereka turun langsung ke desa-desa, menyisir rumah-rumah warga yang datanya tercatat dalam kelompok keluarga kurang mampu.

“Warga yang masuk kategori desil satu dan dua kita datangi satu per satu. Kita jelaskan kalau semua fasilitas di Sekolah Rakyat ditanggung penuh oleh pemerintah pusat. Mulai dari biaya sekolah, buku, seragam hingga kebutuhan dasar anak selama di asrama,” tegasnya.

Namun, lanjut dia, jalan untuk meyakinkan warga tidak semulus yang dibayangkan. Banyak orang tua yang awalnya ragu melepas anaknya karena belum memahami aturan teknis, terutama terkait pola asrama.

“Nah, kita ini kan memang belum tahu SOP di asrama nanti seperti apa. Apakah bulan pertama tidak boleh pulang, atau hanya boleh dikunjungi, itu masih menunggu arahan pusat. Jadi orang tua butuh diyakinkan berkali-kali,” tuturnya.

Menurut Mustangin, seluruh calon siswa Sekolah Rakyat murni berasal dari keluarga kurang mampu. Proses verifikasi dilakukan berlapis, tidak hanya berdasarkan Sistem Terpadu Kesejahteraan Sosial (STKS), tapi juga kroscek lapangan.

“Tidak hanya assessment data, tapi juga assessment keluarga. Kita pastikan orang tuanya menandatangani dokumen kesanggupan, dan anaknya sendiri juga ditanya komitmennya,” bebernya.

Lonjakan jumlah calon siswa Sekolah Rakyat ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di Sumenep. Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan gratis, tetapi juga menandai perubahan paradigma, di mana pemerintah benar-benar hadir langsung di tengah masyarakat yang rentan.

“Jika seluruh kuota terpenuhi, Sekolah Rakyat Sumenep akan menjadi salah satu pilot project paling sukses di Jawa Timur. Terlebih, antusiasme masyarakat kini sudah mulai terbangun setelah melihat keseriusan pemerintah dalam mengawal program ini,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG
Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”
HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern
Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan
SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 
Tarik Ulur Kepentingan di Balik Tiga Raperda, DPRD Sumenep Uji Arah Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola Aset
Temuan Ulat dan Rambut di Menu MBG yang Disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 Picu Desakan Evaluasi Total
Dinsos P3A Sumenep Perkuat Peran, Satgas PPA Desa Jadi Instrumen Utama Perlindungan Perempuan dan Anak
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:32 WIB

Klarifikasi Kepala SDN Juluk II Sumenep atas Dugaan Gangguan Pencernaan Siswa Usai Konsumsi MBG

Jumat, 17 April 2026 - 12:28 WIB

Dukung Inisiatif Keberlanjutan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan Inovasi Kuliner “Rebellious Hunger”

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

HDDAP Jadi Mesin Baru Pertanian Sumenep, Dari Lahan Kering Menuju Lumbung Hortikultura Modern

Kamis, 16 April 2026 - 18:26 WIB

Harlah ke-VIII LBH Achmad Madani, Merawat Warisan Perjuangan, Menguatkan Barisan Pembela Keadilan

Rabu, 15 April 2026 - 22:20 WIB

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Berita Terbaru

SPPG Karangnangka, Kecamatan Rubaru, saat menerima penghargaan dari BGN ( Istimewa - garudajatim.com)

Berita

SPPG Karangnangka Sumenep Sabet Predikat Terbaik 

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:20 WIB