Arinna Hidayah Bakery, Konsumen: Ingin Cabang Baru di Madura dan Ledakan Rasa Baru

Rabu, 10 September 2025 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konsumen Arinna Hidayah Bakery saat belanja roti (Za - garudajatim.com)

i

Konsumen Arinna Hidayah Bakery saat belanja roti (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Popularitas Arinna Hidayah Bakery di Sumenep, Jawa Timur, terus meroket. Bukan sekadar toko roti biasa, brand lokal ini kini menjadi magnet pecinta kuliner.

Antusiasme konsumen begitu tinggi, bahkan banyak pelanggan mendesak agar manajemen segera membuka cabang baru di berbagai kabupaten Madura serta melahirkan varian rasa yang lebih berani dan segar.

Sejak hadir dengan deretan roti lembut, hingga kue yang elegan, Arinna Hidayah Bakery berhasil mengubah kebiasaan jajan masyarakat. Tak heran, suara konsumen makin kencang.

“Kami ingin cabang di Pamekasan, Sampang, Bangkalan. Biar gampang beli tanpa harus pesan jauh-jauh,” kata salah satu pelanggan setia, Najwa. Rabu (10/25)

Dorongan itu menandai pergeseran besar, bakery bukan lagi pelengkap, melainkan bagian dari gaya hidup warga Madura.

Tak cukup hanya hadir lebih dekat, lanjut dia, konsumen lain juga menginginkan ledakan rasa baru. Roti dengan sentuhan lokal, seperti pandan gula merah, tape singkong, kacang Madura, hingga kreasi internasional seperti croissant isi matcha, sourdough, dan roti sehat rendah gula.

“Tren ini menunjukkan masyarakat tak lagi puas dengan rasa standar. Mereka ingin variasi, kejutan, dan pengalaman kuliner yang berbeda,” tegasnya.

Ekspansi Arinna Hidayah tak hanya menjawab selera lidah, tapi juga membuka peluang besar bagi ekonomi lokal.

“Dengan membuka cabang baru, akan tercipta lapangan kerja baru, rantai pasok bahan baku dari petani lokal, hingga kolaborasi dengan UMKM sekitar,” jelas Najwa.

Jika strategi ekspansi berjalan mulus, pihaknya menyatakan, Arinna Hidayah berpotensi jadi ikon kuliner modern Madura, sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif.

Ia menegaskan, meski permintaan pasar deras, jalan menuju ekspansi tidak tanpa hambatan. Konsistensi rasa di tiap cabang, biaya logistik bahan segar, serta adaptasi selera di tiap kabupaten menjadi tantangan besar.

“Namun dengan strategi yang tepat, dari standardisasi dapur pusat, kolaborasi lokal, hingga program, menu usulan Konsumen semua hambatan bisa berubah menjadi peluang,” imbuhnya.

Permintaan konsumen Madura jelas, ia mengatakan, mereka ingin Arinna Hidayah hadir lebih dekat dengan pilihan rasa lebih kaya. Tekanan pasar ini bukan beban, melainkan kesempatan emas.

“Jika manajemen berani mengambil langkah ekspansi sekaligus menjaga inovasi, bukan tak mungkin Arinna Hidayah akan melesat dari sekadar bakery lokal menjadi ikon kuliner Madura dengan reputasi regional bahkan nasional,” tukasnya.(Za/Di

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB