11 Ormas dan LSM se-Madura dengan Ribuan Massa Siap Guncang Pamekasan, Desak Bea Cukai Bertindak Tegas

Selasa, 12 Agustus 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana aktifitas kantor Bea Cukai Pamekasan (Za - garudajatim.com)

i

Suasana aktifitas kantor Bea Cukai Pamekasan (Za - garudajatim.com)

PAMEKASAN, Garuda Jatim – Sebelas organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) lintas kabupaten di Madura, Jawa Timur, bakal menggelar aksi besar-besaran di Kota Pamekasan.

Gerakan ini digadang menjadi salah satu aksi unjuk rasa terbesar di pulau garam tahun ini, dengan mengusung isu penegakan hukum di sektor cukai.

Sedang titik kumpul aksi tersebut berada di Taman Arek Lancor, sebelum massa bergerak menuju Kantor Bea Cukai Madura.

Salah seorang aktivis Bidik Kabupaten Sumenep, Sufriadi, menyatakan kebenarannya untuk melakukan aksi dengan ketua Ormas atau LSM se-Madura

“Ya, besok kita, saya bersama ketua ormas atau LSM se-Madura, tanggal 13 hari Rabu ya, kita akan melakukan aksi besar-besaran dari berbagai elemen lembaga swadaya masyarakat se-Madura, dan surat pemberitahuan untuk aksi itu sudah diterima oleh Polres Pamekasan,” ujarnya. Selasa (12/8/2025)

Sufriadi menegaskan, bahwa surat pemberitahuan aksi telah diserahkan dan diterima Polres Pamekasan.

“Titik aksi berada di depan Kantor Bea Cukai Madura di Pamekasan. Yang tergabung di situ, ada 11 elemen aktivis dari berbagai aktivis, dan kebetulan kami ini di Sumenep sebagai, anggap sebagai orator atau koordinator aksi. Titik aksi di depan Kantor Bakorwil, utara Arek Lancor, kan posisi kantor itu di sebelah gereja itu kan,” tegasnya.

Dalam keterangan yang diterima media ini, massa aksi diperkirakan mencapai ±1.000 orang dari berbagai elemen, di antaranya Forum Masyarakat Peduli (FMSP), Front Pejuang Keadilan (FPK), Gerakan Mahasiswa Peduli Sumenep (GMPS), Gerakan Anti Rokok Ilegal (GARI), Aliansi Masyarakat Sumenep Peduli (AMSP).

Kemudian dari Aliansi Masyarakat Sumenep Bersatu (AMSB), Masyarakat Peduli Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3S), Gibran Center DPD Sumenep, Masyarakat Tani Pamekasan, Himpunan Karyawan Pengrajin Tembakau Sampang, serta Persatuan Buruh dan Ketenagakerjaan Bangkalan.

Koordinator umum aksi tercatat atas nama Imam Syafi’ie, dengan penanggung jawab Didik Haryanto. Sementara Sufriadi, akan bertindak sebagai salah satu koordinator lapangan.

Disampaikan, aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan pembiaran praktik pabrik rokok ilegal.

“Sebenarnya tuntutan kami itu, hasil semalam kita rapat itu, yang pertama, tegakkan peraturan sesuai dengan undang-undang yang berlaku sekarang. Kedua, tidak tegas oknum-oknum Bea Cukai yang meloloskan seperti orang yang beli pita, yang tidak punya pabrik rokok tapi mempunyai pita, itu kan,” jelasnya.

Menurut Sufriadi, peredaran rokok ilegal seolah dibiarkan. Ketika ada pengiriman, itu mulus di jalan, tetapi disikat di bawah.

“Dimainkan, dan pada akhirnya itu kan akan merugikan warga yang punya niat usaha. Pengusaha rokok sendiri itu yang akan rugi. Kan kacau ini begini,” ucapnya.

Sufriadi menyinggung contoh kasus di Camplong, Sampang. Camplomesin sudah disegel, tapi tidak ditindak tegas.

“Harusnya, kalau sudah terbukti jangan disegel saja, disita sekalian, kan begitu,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB