Makayasa Tancap Gas Buka Pasar Baru, 300 Warung Jadi Fondasi Ekspansi Jawa Timur hingga Kepri

Kamis, 10 September 2026 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Flyer Rokok Makayasa yang merupakan produk di bawah naungan PT Mahaputra Nusantara (Istimewa - garudajatim.com)

i

Flyer Rokok Makayasa yang merupakan produk di bawah naungan PT Mahaputra Nusantara (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Rokok Makayasa mulai mengubah peta distribusinya. Tak hanya memperkuat pasar yang sudah terbentuk di Jawa Timur, produk rokok di bawah naungan PT Mahaputra Nusantara itu kini membuka jalur pemasaran baru dengan membidik sejumlah wilayah potensial, termasuk kawasan di luar Pulau Jawa.

Langkah tersebut ditandai dengan masuknya Makayasa ke wilayah PAWITANDIROGO, meliputi Kabupaten Madiun, Pacitan, Ngawi, Magetan dan Ponorogo.

Dari kawasan tersebut, Madiun ditetapkan sebagai hub sekaligus pusat komando distribusi untuk mengembangkan jaringan pemasaran Makayasa di wilayah baru.

Ekspansi tersebut tidak berhenti di Jawa Timur. Makayasa juga mulai mengarahkan bidikannya ke Batam dan sejumlah wilayah di Kepulauan Riau sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan distribusi ke pasar luar Pulau Jawa.

Strategi yang dipilih terbilang bertahap. Alih-alih langsung mengejar volume penjualan besar, manajemen membangun pasar dari jaringan paling dekat dengan konsumen, yakni warung dan toko ritel yang tersebar di wilayah sasaran.

Dari pembukaan jaringan awal tersebut, sekitar 300 warung atau toko ritel telah masuk dalam jaringan pemasaran baru Makayasa di masing-masing wilayah sasaran.

Angka tersebut menjadi pijakan awal bagi perusahaan untuk membaca respons pasar sekaligus mengukur kemampuan distribusi sebelum memperluas jaringan ke titik-titik penjualan berikutnya.

CEO Rokok Makayasa, H. Supriyadi yang akrab disapa H. Adi, mengatakan perusahaan sengaja menetapkan target penjualan awal secara realistis. Untuk bulan pertama, setiap warung atau toko ritel ditargetkan mampu menjual tiga pres rokok Makayasa.

Menurutnya, target tersebut bukan semata-mata untuk mengejar angka penjualan, melainkan bagian dari strategi membangun pasar baru secara sehat dan berkelanjutan.

“Untuk pembukaan pasar baru ini, targetnya tidak muluk-muluk. Cukup tiga pres setiap warung atau toko ritel selama satu bulan pertama,” ujar H. Ad. Kamis (10/09/2026).

Ia menjelaskan, pasar baru membutuhkan proses untuk tumbuh. Karena itu, perusahaan tidak ingin membebani sales maupun promotor dengan target tinggi ketika jaringan distribusi masih berada dalam tahap awal pembentukan.

“Jangan sampai target yang terlalu besar justru memberatkan sales atau promotor yang baru dibentuk,” katanya.

Bagi H. Adi, fase awal ekspansi justru menjadi momentum penting untuk membangun fondasi. Sales dan promotor tidak hanya dituntut menjual produk, tetapi juga mengenalkan Makayasa kepada konsumen, membangun hubungan dengan pemilik warung, serta membaca karakter pasar di setiap daerah.

Perbedaan karakter konsumen menjadi salah satu faktor yang harus dipahami sebelum perusahaan meningkatkan target penjualan. Dengan demikian, setiap wilayah dapat dikembangkan berdasarkan kondisi pasar dan kemampuan jaringan distribusinya.

“Dengan target yang terukur, perusahaan berharap sales dan promotor dapat bekerja lebih optimal tanpa tekanan pencapaian penjualan yang berlebihan,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ekspansi Makayasa tidak dilakukan secara instan. Perusahaan memilih memperkuat titik-titik penjualan terlebih dahulu sebelum mendorong penetrasi pasar dalam skala yang lebih luas.

Evaluasi penjualan nantinya dilakukan setelah jaringan baru berjalan. Dari evaluasi itu, manajemen akan memperoleh gambaran mengenai tingkat penerimaan konsumen, efektivitas kerja sales dan promotor, serta kemampuan distribusi di masing-masing wilayah.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan memperluas jumlah warung dan toko ritel maupun meningkatkan volume distribusi.

“Ekspansi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi PT Mahaputra Nusantara memperluas jaringan pemasaran Rokok Makayasa secara bertahap,” tegasnya.

Dengan masuknya Madiun dan kawasan PAWITANDIROGO serta penjajakan pasar Batam dan Kepulauan Riau, Makayasa kini tidak hanya berbicara mengenai penambahan wilayah penjualan.

Lebih dari itu, perusahaan tengah membangun jaringan distribusi yang disiapkan untuk tumbuh mengikuti kemampuan sales, promotor dan kesiapan logistik di setiap daerah.

Bagi manajemen, keberhasilan membuka pasar baru bukan hanya diukur dari seberapa besar produk terjual pada bulan pertama. Yang lebih penting adalah bagaimana titik penjualan tersebut dapat berkembang menjadi jaringan ritel yang stabil dan mampu menopang ekspansi berikutnya.

Dengan fondasi sekitar 300 warung atau toko ritel di jaringan awal, Makayasa menempatkan ekspansi bertahap sebagai strategi untuk memperluas pasar sekaligus menjaga agar pertumbuhan distribusi tetap sejalan dengan kemampuan operasional perusahaan.

“Strategi itu diharapkan menjadi pijakan untuk membuka lebih banyak wilayah pemasaran baru, baik di Jawa Timur maupun kawasan strategis luar Pulau Jawa,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari 65 Tinggal 12, Panggung Dispusip Sumenep Jadi Arena Menghidupkan Cerita Daerah
Empat Kursi Strategis Berganti, Bupati Fauzi Instruksikan Pejabat Baru Tancap Gas Layani Warga Sumenep 
Bukan Cuma Tempat Angkat Beban, Jokotole Gym MYZE Hotel Sumenep Bikin Gaya Hidup Sehat Naik Kelas
Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:28 WIB

Makayasa Tancap Gas Buka Pasar Baru, 300 Warung Jadi Fondasi Ekspansi Jawa Timur hingga Kepri

Kamis, 10 September 2026 - 12:19 WIB

Dari 65 Tinggal 12, Panggung Dispusip Sumenep Jadi Arena Menghidupkan Cerita Daerah

Jumat, 4 September 2026 - 19:58 WIB

Empat Kursi Strategis Berganti, Bupati Fauzi Instruksikan Pejabat Baru Tancap Gas Layani Warga Sumenep 

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Bukan Cuma Tempat Angkat Beban, Jokotole Gym MYZE Hotel Sumenep Bikin Gaya Hidup Sehat Naik Kelas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Berita Terbaru