HUT ke-14 IWO Sumenep: Pers Merdeka, Kemitraan Kuat, Demokrasi Bermartabat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IWO Sumenep saat memperingati HUT ke-14 (Za - garudajatim.com)

i

IWO Sumenep saat memperingati HUT ke-14 (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim — Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumenep menjadi lebih dari sekadar seremoni organisasi.

Di tengah derasnya arus informasi digital, momentum tersebut dijadikan ruang untuk meneguhkan kembali marwah pers yang merdeka sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan kepolisian dalam menjaga ruang publik tetap sehat, aman, dan informatif.

Tasyakuran HUT ke-14 IWO Sumenep berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan dihadiri Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Sumenep.

Hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Sumenep sekaligus Dewan Penasihat IWO Kabupaten Sumenep, H. Hairul Anwar, M.T., serta sejumlah pimpinan asosiasi media dan wartawan di Kabupaten Sumenep.

Mengusung tema “Pers Merdeka, Demokrasi Bermartabat”, peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa kebebasan pers bukan sekadar hak untuk menyampaikan informasi, melainkan amanah untuk memastikan publik memperoleh berita yang akurat, berimbang, terverifikasi, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ketua IWO Kabupaten Sumenep, Imam Musta’in R, mengatakan bahwa usia 14 tahun organisasi harus dimaknai sebagai momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat jejaring komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian.

“Bagi kami, HUT ke-14 ini bukan hanya tentang bertambahnya usia organisasi. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan sinergi antara IWO dengan Polresta Sumenep,” tuturnya. Jumat (14/8/26)

Menurut Imam, pers dan kepolisian memang memiliki fungsi dan kewenangan yang berbeda. Namun, keduanya memiliki titik temu yang sama, yakni memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat serta ikut menciptakan kehidupan sosial yang aman dan kondusif.

Pers membutuhkan akses dan keterbukaan informasi untuk menjalankan kerja jurnalistik. Sementara kepolisian membutuhkan media sebagai saluran komunikasi publik agar informasi mengenai keamanan, ketertiban, pelayanan maupun edukasi hukum dapat diterima masyarakat secara luas.

“Pers membutuhkan keterbukaan informasi agar dapat menjalankan fungsi jurnalistik dengan baik. Di sisi lain, kepolisian juga membutuhkan media sebagai mitra komunikasi untuk menyampaikan informasi yang edukatif dan mencerdaskan masyarakat,” katanya.

Namun, Imam mengingatkan bahwa kemitraan tidak boleh dimaknai sebagai hilangnya sikap kritis pers. Justru, hubungan yang sehat antara media dan kepolisian harus dibangun di atas profesionalisme, keterbukaan, serta penghormatan terhadap kewenangan masing-masing.

“Pers tetap harus merdeka dalam menjalankan fungsi jurnalistik. Kemitraan dengan kepolisian dibangun bukan untuk membatasi kebebasan pers, tetapi untuk memperkuat komunikasi dan menghadirkan informasi yang benar serta bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Pers Bukan Sekadar Cepat, tetapi Harus Tepat

Dewan Penasihat IWO Kabupaten Sumenep, H. Hairul Anwar, M.T., menilai HUT ke-14 harus menjadi momentum evaluasi bagi seluruh insan pers. Di tengah persaingan kecepatan informasi, wartawan tidak boleh terjebak pada orientasi menjadi yang pertama tanpa memastikan kebenaran informasi.

Menurutnya, kecepatan memang penting dalam kerja jurnalistik, tetapi akurasi, keberimbangan, verifikasi, dan kepentingan publik harus tetap menjadi fondasi utama.

“Pers memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dan demokrasi. Karena itu, kebebasan pers harus selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab,” jelasnya.

Ia menekankan, kepercayaan publik merupakan modal terbesar media. Sekali informasi yang tidak terverifikasi disebarkan, dampaknya tidak hanya terhadap kredibilitas wartawan atau media, tetapi juga dapat memengaruhi persepsi dan ketenangan masyarakat.

“Wartawan harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat. Informasi yang disampaikan harus melalui proses jurnalistik yang baik, sehingga pers benar-benar menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya,” kata politisi PAN itu.

Hairul Anwar yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi PAN itu berharap IWO terus memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya wartawan.

Ia mendorong agar pers di Sumenep mampu menghadirkan pemberitaan yang kritis, konstruktif, edukatif, dan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip jurnalistik.

Polresta Sumenep: Media Mitra Strategis Jaga Kamtibmas

Sementara itu, Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu memberikan apresiasi atas terselenggaranya tasyakuran HUT ke-14 IWO Sumenep.

Pihaknya menyatakan keberadaan media memiliki posisi strategis dalam membantu kepolisian membangun komunikasi publik, terutama dalam menyampaikan informasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Media memiliki peran strategis dalam membantu menjaga situasi Kamtibmas. Melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, media dapat memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus membantu mencegah berkembangnya informasi yang dapat menimbulkan keresahan,” beber Kombes Ariek.

Perkembangan teknologi informasi, kata dia, membuat arus informasi bergerak semakin cepat. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi media dan kepolisian untuk membangun komunikasi yang lebih efektif.

Koordinasi yang baik dinilai penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas, sekaligus tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami berharap hubungan baik dengan insan pers terus terjaga. Kepolisian membutuhkan media sebagai mitra strategis untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban,” imbuhnya.

Kombes Ariek juga menyampaikan keterbukaan Polresta Sumenep untuk membangun komunikasi dan kerja sama dengan insan pers sepanjang dilakukan dalam koridor profesionalisme serta ketentuan yang berlaku.

“Polri memiliki tugas menjaga Kamtibmas, sementara pers memiliki fungsi memberikan informasi kepada masyarakat. Ketika komunikasi dan koordinasi berjalan baik, tentu akan memberikan dampak positif bagi terciptanya Sumenep yang aman, kondusif, dan nyaman,” pungkasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sapi Sonok 2026: Ketika Warisan Madura Menari di Tengah Denyut Ekonomi Rakyat Sumenep
SALEHA DPMPTSP Sumenep Bidik UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar
Semarak Kemerdekaan, MYZE Hotel Sumenep Perkuat Nilai Kemanusiaan dan Toleransi Lewat Donor Darah serta Cleaning Day Rumah Ibadah
Polsek Bluto Bangun Garda Bersama Jurnalis Hadapi Isu Kamtibmas dan Maraknya Pencurian
Perkuat Kepercayaan Anggota, Diskop UMKM Perindag Sumenep Dorong Koperasi Naik Kelas Lewat SAK-EP
Bupati Kawal Perubahan APBD Sumenep 2026, Anggaran Didorong Makin Tepat Sasaran
JJS hingga Lomba Masak, BPRS Bhakti Sumekar Nyalakan Semangat Kemerdekaan dan Perkuat Kekompakan Karyawan
Sumenep Bersiap Naik Kelas Jadi Kabupaten Kepulauan, Brida Bidik Percepatan Pembangunan di 100 Lebih Pulau
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:08 WIB

HUT ke-14 IWO Sumenep: Pers Merdeka, Kemitraan Kuat, Demokrasi Bermartabat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Sapi Sonok 2026: Ketika Warisan Madura Menari di Tengah Denyut Ekonomi Rakyat Sumenep

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

SALEHA DPMPTSP Sumenep Bidik UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Semarak Kemerdekaan, MYZE Hotel Sumenep Perkuat Nilai Kemanusiaan dan Toleransi Lewat Donor Darah serta Cleaning Day Rumah Ibadah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:16 WIB

Polsek Bluto Bangun Garda Bersama Jurnalis Hadapi Isu Kamtibmas dan Maraknya Pencurian

Berita Terbaru