DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid,(dua dari kanan) saat memberikan arahan di acara Sosialisasi Pengawasan Pelaksanaan Program Pembangunan Sektor Pertanian (Istimewa - garudajatim.com)

i

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid,(dua dari kanan) saat memberikan arahan di acara Sosialisasi Pengawasan Pelaksanaan Program Pembangunan Sektor Pertanian (Istimewa - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Jawa Timur, mulai memasang “sabuk pengaman” dengan memperkuat sistem pengawasan sejak awal tahun, melibatkan aparat penegak hukum, penyuluh pertanian, hingga gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar berujung pada peningkatan kesejahteraan petani.

Langkah preventif tersebut menjadi sinyal bahwa pembangunan pertanian di Kabupaten Sumenep kini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mengedepankan tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara kolaboratif, pemerintah ingin menutup ruang terjadinya penyimpangan sekaligus memastikan seluruh program tepat sasaran.

Komitmen itu ditegaskan dalam Sosialisasi Pengawasan Pelaksanaan Program Pembangunan Sektor Pertanian Tahun 2026 yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ganding.

Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Polres Sumenep, Kejaksaan Negeri Sumenep, Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumenep, Korluh Kecamatan Ganding, Lenteng, Guluk-Guluk, Batuan, hingga Gapoktan dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Dalam forum tersebut, seluruh peserta menyamakan persepsi mengenai mekanisme pengawasan, tanggung jawab setiap pihak, serta langkah-langkah pencegahan agar seluruh program pembangunan pertanian berjalan sesuai regulasi tanpa mengurangi kecepatan pelayanan kepada petani.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menyatakan bahwa pengawasan merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap seluruh program pemerintah di sektor pertanian.

“Pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan seluruh program pertanian berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani,” ujar Chainur Rasyid. Jumat (17/7/26)

Menurutnya, pembangunan pertanian yang berhasil tidak hanya diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat tani.

Karena itu, DKPP sengaja membangun kolaborasi lintas sektor agar proses pengawasan tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga mendapat dukungan aparat penegak hukum dan partisipasi aktif petani sebagai penerima manfaat.

“Kolaborasi semua pihak sangat penting. Dengan pengawasan yang baik, pelaksanaan program akan semakin akuntabel, transparan, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta seluruh penyuluh pertanian dan Gapoktan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program di lapangan.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan mempercepat penyelesaian persoalan sekaligus mencegah munculnya potensi penyimpangan sejak dini.

“Komunikasi yang baik antara pemerintah, penyuluh, aparat penegak hukum, dan petani akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang muncul,” tambahnya.

Penguatan pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari strategi DKPP Sumenep untuk membangun tata kelola pembangunan pertanian yang lebih modern dan berintegritas.

“Dengan fondasi pengawasan yang kuat, kami optimistis seluruh Program Pembangunan Sektor Pertanian 2026 akan berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Sumenep,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Harkopnas ke-79 Jadi Titik Balik Ekonomi Sumenep, Bupati Fauzi Dorong Koperasi Naik Kelas sebagai Mesin Pertumbuhan Daerah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB