Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, (dua kiri) saat memperingati Harkopnas ke-79 (Istimewa- garudajatim.com)

i

Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, (dua kiri) saat memperingati Harkopnas ke-79 (Istimewa- garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diproyeksikan sebagai titik balik kebangkitan gerakan koperasi berbasis masyarakat.

Melalui tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) menegaskan komitmennya menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing.

Peringatan yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep itu, menjadi momentum memperkuat implementasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai model pengembangan ekonomi berbasis komunitas yang diharapkan mampu membuka ruang usaha baru, memperkuat jaringan pemasaran, serta memperluas kesempatan kerja di tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, menegaskan bahwa Harkopnas harus dimaknai sebagai gerakan kolektif untuk menghidupkan kembali semangat berkoperasi di tengah masyarakat.

Menurutnya, koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan wadah gotong royong ekonomi yang memberi ruang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang bersama.

“Momentum ini bisa menjadi semangat yang menggelorakan gerakan koperasi dari semua komponen bangsa, khususnya orang per orang yang berpotensi menjadi anggota koperasi. Terlebih dengan adanya KDKMP,” ujar Ramli. Jumat (17/7/26)

Ia menjelaskan, koperasi memiliki keunggulan kelembagaan yang mampu memberikan nilai tambah bagi anggotanya.

Selain menyediakan berbagai fasilitas pendukung usaha, lanjut dia, koperasi juga membuka akses pembiayaan, penguatan manajemen, hingga perluasan jaringan pemasaran yang sulit diperoleh secara individu.

Menurut Ramli, keberadaan koperasi telah terbukti menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semakin kuat kelembagaan koperasi, semakin besar pula peluang pelaku usaha kecil untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usahanya.

“Secara kelembagaan, koperasi memiliki kelebihan fasilitas dibandingkan lembaga lain. Hal ini tentu dapat mendukung jalannya usaha dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing anggota,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai koperasi memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap pembangunan daerah. Aktivitas ekonomi yang tumbuh melalui koperasi mampu mendorong penyerapan tenaga kerja, memperluas distribusi produk lokal, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Koperasi menjadi wajah pergerakan ekonomi karena aktivitas koperasi merupakan kegiatan ekonomi. Dampaknya sangat besar, terutama terhadap penyerapan tenaga kerja, pemasaran, hingga peningkatan hasil kegiatan usaha,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa koperasi tetap menjadi salah satu instrumen strategis dalam membangun pemerataan ekonomi daerah.

Karena itu, pihaknya menyatakan pemerintah daerah akan terus mendorong lahirnya koperasi yang sehat, profesional, transparan, serta mampu mengikuti perkembangan ekonomi modern.

Menurutnya, koperasi yang dikelola dengan tata kelola yang baik akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

“Koperasi memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat perekonomian daerah. Karena itu, keberadaannya harus sehat, berkembang, dan profesional agar mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya maupun masyarakat luas,” tambah Fauzi.

Peringatan Harkopnas ke-79 di Sumenep menjadi penegasan bahwa kebangkitan koperasi tidak lagi hanya berorientasi pada aspek kelembagaan, tetapi diarahkan menjadi ekosistem ekonomi rakyat yang mampu menghubungkan pelaku UMKM, memperkuat ekonomi desa, dan menciptakan pertumbuhan yang lebih merata.

“Dengan penguatan KDKMP sebagai salah satu program strategis, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis koperasi akan kembali menjadi lokomotif pembangunan ekonomi berbasis kebersamaan dan kemandirian masyarakat,” tutupnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Harkopnas ke-79 Jadi Titik Balik Ekonomi Sumenep, Bupati Fauzi Dorong Koperasi Naik Kelas sebagai Mesin Pertumbuhan Daerah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB