Kemah HIMMAH ke-51 Jadi Ruang Tempa Karakter Santri, Ponpes Al-Islamiyah Gandeng Yonif TP 931/KJ Bangun Generasi Berjiwa Pemimpin

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah Pakondang, Rubaru, Sumenep, Jawa Timur, foto bersama Yonif TP 931/KJ saat pelaksanaan Kemah HIMMAH ke-51 (Za - garudajatim.com)

i

Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah Pakondang, Rubaru, Sumenep, Jawa Timur, foto bersama Yonif TP 931/KJ saat pelaksanaan Kemah HIMMAH ke-51 (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Kolaborasi antara dunia pesantren dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menunjukkan wajah pendidikan karakter yang konkret.

Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggandeng Yonif TP 931/KJ dalam pelaksanaan Kemah HIMMAH ke-51 sebagai ikhtiar membentuk santri yang tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, nasionalisme, dan kepedulian sosial.

Kemah tahunan yang digelar Rabu (8/7/2026) tersebut menjadi lebih dari sekadar kegiatan kepramukaan. Di tengah derasnya tantangan sosial dan perkembangan zaman, pesantren menghadirkan model pembinaan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan wawasan kebangsaan melalui sinergi bersama aparat negara.

Sebanyak 50 personel Yonif TP 931/KJ diterjunkan secara langsung untuk membimbing ratusan santri dalam berbagai sesi pelatihan, mulai dari kepemimpinan, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, kerja sama tim hingga pembentukan mental pengabdian.

Kehadiran para prajurit disambut antusias para peserta yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan semangat tinggi.

Komandan Yonif TP 931/KJ Sumenep, Mayor Inf. Aditya Danang Putranto, mengatakan bahwa pembentukan karakter generasi muda tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dibangun melalui proses pendidikan yang berkesinambungan.

“Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik. Kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta kemauan untuk terus belajar dan mengabdi. Kami berharap para santri memiliki karakter yang kuat, berakhlak baik, mampu menjadi teladan, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya. Rabu (8/7/26)

Menurutnya, keterlibatan TNI dalam lingkungan pendidikan merupakan bagian dari komitmen membangun generasi penerus melalui pendekatan edukatif, humanis, dan inspiratif.

“TNI tidak hanya hadir menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membina generasi penerus. Sinergi dengan dunia pendidikan, khususnya pondok pesantren, menjadi langkah strategis dalam melahirkan generasi yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, serta memiliki semangat persatuan dan pengabdian,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, Komandan Yonif TP 931/KJ bersama jajaran juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada peserta kemah. Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian TNI terhadap proses pembinaan karakter yang selama ini konsisten dijalankan Pondok Pesantren Al-Islamiyah.

Sementara itu, Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah, KH. Ali Jufri Hisyam, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Yonif TP 931/KJ yang dinilai membawa nilai tambah bagi proses pendidikan para santri.

Menurut kiai muda yang akrab disapa Kanjeng Toan itu, kolaborasi pesantren dan TNI merupakan langkah strategis untuk melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, disiplin, dan rasa cinta terhadap Tanah Air.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Komandan Yonif TP 931/KJ beserta seluruh personel yang telah hadir berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi kepada para santri. Kehadiran TNI memberikan inspirasi bahwa kedisiplinan, tanggung jawab, semangat kebangsaan, dan pengabdian merupakan nilai-nilai yang harus dimiliki setiap generasi muda,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Kemah HIMMAH yang telah memasuki penyelenggaraan ke-51 menjadi bukti konsistensi pesantren dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga penguatan karakter sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

“Kami tidak hanya ingin melahirkan santri yang kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, kemampuan bekerja sama, kepedulian sosial, serta siap menghadapi tantangan zaman. Karena itu, kami menghadirkan berbagai pihak, termasuk TNI, agar para santri memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan aplikatif,” jelasnya.

Ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al-Islamiyah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kepramukaan, pelatihan kepemimpinan, pendidikan karakter, edukasi sosial, permainan edukatif hingga aktivitas yang menumbuhkan semangat kebersamaan, kemandirian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui Kemah HIMMAH ke-51, Pondok Pesantren Al-Islamiyah kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif dalam menjawab kebutuhan zaman.

Kolaborasi dengan Yonif TP 931/KJ menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia yang unggul membutuhkan sinergi lintas sektor, sehingga lahir generasi santri yang berakhlak mulia, berjiwa pemimpin, berwawasan kebangsaan, dan siap menjadi pilar pembangunan bangsa di masa mendatang.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru