SURABAYA, Garuda Jatim — Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) untuk memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat melalui program mudik gratis dan penyaluran ratusan hewan kurban di berbagai daerah sekitar wilayah operasi migas.
Program tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran industri hulu minyak dan gas bumi tidak hanya berorientasi pada produksi energi nasional, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang hidup di sekitar wilayah operasi, khususnya di kawasan kepulauan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses.
Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, sejumlah perusahaan migas seperti Kangean Energy Indonesia (KEI), Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), MedcoEnergi, dan Petronas menyediakan layanan mudik gratis bagi masyarakat kepulauan.
Program ini memungkinkan warga kembali ke kampung halaman tanpa harus terbebani biaya transportasi laut yang selama ini menjadi salah satu pengeluaran terbesar menjelang hari raya.
Kepala Perwakilan SKK Migas, Jabanusa, mengatakan bahwa program tersebut lahir dari pemahaman terhadap kondisi geografis masyarakat kepulauan yang memiliki tantangan berbeda dibandingkan masyarakat di wilayah daratan.
Menurutnya, tradisi berkumpul bersama keluarga pada hari besar keagamaan merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat yang patut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk industri hulu migas.
“Program mudik gratis ini diharapkan dapat membantu masyarakat kepulauan merayakan Iduladha bersama keluarga dengan lebih aman dan nyaman. Kami ingin keberadaan industri migas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. Rabu (28/5/26)
Tak hanya menghadirkan kemudahan transportasi, SKK Migas dan KKKS Jabanusa juga menyalurkan ratusan hewan kurban ke berbagai daerah di sekitar wilayah operasi. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Di Kabupaten Sumenep, Kangean Energy Indonesia (KEI) menyalurkan delapan ekor sapi dan 44 ekor kambing yang diprioritaskan untuk masyarakat di Kecamatan Raas, Sapeken, dan Arjasa, Pulau Kangean. Wilayah-wilayah tersebut merupakan kawasan kepulauan yang memiliki keterbatasan akses dibandingkan daerah daratan.
Sementara itu, Petronas menyalurkan sembilan ekor sapi kepada masyarakat di Kecamatan Banyuates, Ketapang, Sokobanah, serta wilayah operasional perusahaan di Kabupaten Gresik. MedcoEnergi juga turut menyalurkan hewan kurban bagi masyarakat di Kabupaten Sumenep, Pamekasan, dan Sampang.
Partisipasi serupa dilakukan Saka Indonesia Pangkah Limited (SIPL) melalui penyaluran dua ekor sapi dan 24 ekor kambing kepada masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Manyar, Ujungpangkah, Panceng, serta kawasan Lamongan Shorebase. Sedangkan Saka Energi Muriah Limited (SEML) menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di wilayah Semarang dan Rembang, Jawa Tengah.
Semangat berbagi juga ditunjukkan para pekerja industri migas. Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina EP Zona 11 menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat di Tuban, Blora, Bojonegoro, Rembang, Gresik, hingga Bangkalan. Sementara pekerja ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melalui BDI perusahaan menyerahkan 63 ekor kambing kepada masyarakat di sekitar Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris, Kabupaten Bojonegoro.
Jabanusa menegaskan bahwa keberhasilan industri hulu migas tidak hanya diukur dari jumlah produksi energi yang dihasilkan, tetapi juga dari kontribusi sosial yang mampu diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, hubungan yang harmonis antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku industri menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan operasi migas yang berperan strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Industri hulu migas adalah bagian dari masyarakat. Ketika masyarakat merasakan manfaat langsung dari keberadaan industri, maka nilai kebersamaan dan keberhasilan pembangunan dapat terwujud secara nyata,” tegasnya.
Melalui program mudik gratis dan penyaluran hewan kurban tersebut, SKK Migas dan KKKS tidak hanya menghadirkan kebahagiaan Iduladha bagi masyarakat, tetapi juga mempertegas komitmen bahwa keberadaan industri energi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Di tengah hamparan laut yang memisahkan pulau-pulau di Madura, kolaborasi itu menjadi jembatan yang mempererat silaturahmi, menghadirkan keberkahan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong menjelang hari raya,” tandasnya.(Za/Di)
Penulis : Za
Editor : Redaksi











