Temuan Ulat dan Rambut di Menu MBG yang Disalurkan SPPG Pakamban Laok 2 Picu Desakan Evaluasi Total

Rabu, 15 April 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menu MBG yang disalurkan oleh SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, berulat (Za - garudajatim.com)

i

Menu MBG yang disalurkan oleh SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, berulat (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Polemik kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali memanas setelah muncul temuan serius dalam menu makanan yang disajikan kepada siswa. Rabu (15/4/26)

Tak hanya soal dugaan kualitas bahan yang sebelumnya menuai kritik, kali ini temuan ulat dalam sayur kacang panjang serta rambut di nasi mempertegas lemahnya pengawasan dalam pengelolaan dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Bumi Asfan Abadi.

Seorang guru di wilayah Pragaan berinisial S mengungkapkan, pihaknya menemukan ulat dalam sayur kacang panjang yang disajikan kepada siswa pada hari tersebut. Temuan itu diperparah dengan adanya helai rambut di dalam nasi yang ikut dibagikan.

“Hari ini, kami menemukan ada ulat di sayur kacang panjang. Bahkan, ada juga rambut di nasi. Ini jelas sangat mengganggu dan tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak,” ujarnya kepada media.

Menurut S, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Ia menilai, persoalan kualitas makanan di SPPG tersebut justru menunjukkan tren memburuk, meskipun sebelumnya sempat dilakukan penghentian sementara operasional sebagai bentuk evaluasi.

“SPPG ini kerap bermasalah, dan sekarang ada ulat lagi. Ini menunjukkan tidak ada perbaikan sama sekali,” tegasnya.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak pengelola maupun otoritas terkait. Menurutnya, langkah suspend yang pernah diterapkan tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan.

“Harusnya dengan adanya suspend itu jadi evaluasi besar. Tapi faktanya tidak. Pengawasan tetap lemah. Ini seperti tidak ada kontrol sama sekali,” imbuhnya.

Lebih jauh, S menyebut kondisi ini sebagai indikator kegagalan dalam implementasi program MBG di tingkat pelaksana. Ia menilai tujuan mulia program untuk memenuhi kebutuhan gizi anak menjadi tidak tercapai akibat buruknya manajemen.

“Kalau makanan tak layak seperti ini terus terjadi, ini jelas gagal dalam memenuhi gizi anak. Programnya bagus, tapi pelaksanaannya amburadul. Kok bisa sampai ada ulat?” sambungnya.

Desakan pun menguat agar Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sumenep segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Pakamban Laok 2. Bahkan, opsi penghentian permanen kembali mencuat jika pengelola dinilai tidak mampu melakukan perbaikan.

“Kami minta Satgas Kabupaten Sumenep segera evaluasi total. Kalau memang tidak mampu memperbaiki, lebih baik diajukan ke BGN untuk ditutup kembali. Jangan sampai anak-anak terus jadi korban,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG Pakamban Laok 2 belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media kepada kepala SPPG setempat tidak mendapat respons, menambah panjang daftar persoalan transparansi dalam pengelolaan program tersebut.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam implementasi program berbasis pelayanan publik, terlebih yang menyasar kebutuhan dasar anak-anak. Tanpa kontrol yang kuat, program yang sejatinya bertujuan mulia justru berpotensi menimbulkan risiko baru bagi penerima manfaat.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru