Bukan Sekadar Seremoni, Hardiknas 2026 di Sumenep Disulap Jadi Arena Prestasi Rp50 Juta

Sabtu, 11 April 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Flyer Hardiknas Sumenep Cup (Za - garudajatim.com)

i

Flyer Hardiknas Sumenep Cup (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tak lagi berhenti pada upacara dan pidato. Tahun ini, semangat pendidikan justru diterjemahkan dalam aksi nyata, sebuah turnamen bulutangkis berskala besar yang menyatukan pelajar, masyarakat, hingga veteran dalam satu arena kompetisi.

Kolaborasi antara Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Sumenep dan Dinas Pendidikan setempat melahirkan “Hardiknas Sumenep Cup 2026”, turnamen dengan total hadiah Rp50 juta yang dijadwalkan berlangsung pada 24–27 April 2026 di GOR Sumekar.

Ketua PBSI Sumenep, H. Moh. Iksan, mengay bahwa pendekatan ini sengaja diambil untuk menggeser cara pandang terhadap Hardiknas agar lebih kontekstual dan berdampak langsung bagi generasi muda.

“Hardiknas tidak cukup hanya diperingati, tapi harus dihidupkan. Salah satunya melalui olahraga yang mampu membentuk karakter, mental juara, dan daya saing,” ujarnya. Sabtu (11/04/26).

Ia menilai, bulutangkis bukan hanya cabang olahraga populer, tetapi juga medium efektif dalam menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan sportivitas nilai yang selama ini menjadi ruh utama pendidikan.

Turnamen ini menghadirkan spektrum kategori yang luas. Dari pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA, seluruhnya mendapat ruang untuk bertanding.

Tak hanya itu, kategori umum juga dibuka, mulai dari tunggal dan ganda dewasa, ganda GTK, ganda OPD/BUMN, hingga veteran usia 40 dan 50 tahun.

Menurut Iksan, desain kompetisi lintas generasi ini bukan tanpa alasan. Ia ingin menjadikan turnamen sebagai ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai kalangan dalam satu semangat: membangun prestasi daerah.

“Ini bukan hanya tentang pertandingan, tapi tentang membangun ekosistem olahraga yang hidup. Ada transfer pengalaman, ada semangat kebersamaan, dan ada inspirasi bagi generasi muda,” jelasnya.

Pendaftaran dibuka hingga 18 April 2026 dengan biaya yang ramah di kantong, yakni Rp50 ribu untuk pelajar, Rp100 ribu untuk tunggal non-pelajar, dan Rp200 ribu untuk kategori ganda non-pelajar. Skema ini diharapkan mampu menjaring partisipasi luas dari masyarakat.

Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini diproyeksikan sebagai titik awal lahirnya atlet-atlet potensial dari Sumenep. PBSI setempat bahkan menargetkan ajang ini menjadi agenda rutin tahunan yang berfungsi sebagai “talent scouting” bagi atlet muda berbakat.

“Kami ingin Sumenep tidak hanya jadi penonton di level regional dan nasional. Dari sini harus lahir atlet yang siap bersaing dan membawa nama daerah,” tegas Iksan.

Dukungan juga mengalir dari berbagai sektor, termasuk BPRS Bhakti Sumekar dan SKK Migas HCML, yang menunjukkan kuatnya sinergi antara dunia pendidikan, olahraga, dan industri dalam membangun potensi daerah.

Dengan hadiah besar, kategori inklusif, serta semangat pembinaan yang kuat, “Hardiknas Sumenep Cup 2026” dipastikan bukan sekadar turnamen biasa.

“Momentum ini menjadi simbol perubahan bahwa pendidikan tak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di lapangan, tempat karakter ditempa dan prestasi dilahirkan,” tukasnya.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB