Pasca Sidak, Siswa di Ganding Sumenep Tolak MBG, Dugaan Makanan Basi Bayangi Program Negara

Selasa, 7 April 2026 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto MBG yang didistribusikan oleh SPPG Ganding Sumenep di bawah Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU diduga basi (Za - garudajatim.com)

i

Foto MBG yang didistribusikan oleh SPPG Ganding Sumenep di bawah Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU diduga basi (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Gelombang kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kian menguat setelah siswa di sejumlah sekolah menolak makanan yang didistribusikan oleh SPPG Ganding di bawah Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU, Selasa (7/4/2026).

Penolakan tersebut menjadi sinyal serius adanya persoalan mendasar dalam kualitas makanan yang disajikan.

Peristiwa ini mencuat di tengah harapan publik pasca inspeksi mendadak (sidak) oleh Tim Satgas MBG Kabupaten Sumenep beberapa hari sebelumnya. Alih-alih menunjukkan perbaikan, kondisi di lapangan justru memunculkan dugaan bahwa distribusi makanan tidak layak konsumsi masih terus terjadi.

Di salah satu sekolah di wilayah Sumber Padang, siswa dilaporkan mengembalikan menu makanan karena kondisi lauk yang tidak layak. Seorang guru menyebut telur yang disajikan berbau dan diduga telah basi.

“Telurnya tidak bisa dimakan, siswa langsung mengembalikan,” ungkapnya.

Temuan tersebut tidak berdiri sendiri. Laporan lain menunjukkan bahwa beberapa komponen makanan dalam satu paket mengalami masalah serupa, mengindikasikan adanya kelemahan sistemik dalam pengendalian kualitas.

“Bukan hanya satu item. Ada yang dari acar, ada juga telur. Ini sudah berulang,” jelasnya.

Tak hanya soal keamanan, aspek visual makanan juga memicu penolakan. Buah naga yang menjadi bagian menu disebut memiliki tampilan yang tidak menggugah selera hingga memicu persepsi negatif di kalangan siswa.

Akibatnya, tujuan utama program untuk meningkatkan asupan gizi anak justru tidak tercapai. Makanan yang seharusnya dikonsumsi malah berakhir sebagai sisa, memperlihatkan adanya kegagalan dalam memastikan standar mutu dan penerimaan.

Jika mengacu pada SK Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Juknis Tata Kelola MBG, setiap penyelenggara diwajibkan menjamin keamanan pangan dari hulu hingga hilir. Makanan yang terindikasi basi jelas masuk kategori tidak aman dan seharusnya tidak didistribusikan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan krusial: bagaimana makanan yang diduga tidak layak masih bisa lolos hingga ke tangan siswa, bahkan setelah dilakukan sidak?

Dalam juknis tersebut juga ditegaskan bahwa pelanggaran terhadap standar mutu dapat berujung pada sanksi tegas, mulai dari evaluasi operasional hingga penghentian kegiatan. Artinya, jika temuan ini terbukti, konsekuensi bagi penyelenggara tidak bisa dianggap ringan.

Penolakan oleh siswa menjadi bukti paling nyata bahwa program tidak berjalan sesuai harapan. Selain berpotensi merugikan keuangan negara, kondisi ini juga membuka risiko kesehatan bagi penerima manfaat.

Lebih jauh, kejadian ini bisa menjadi titik krisis kepercayaan publik terhadap program MBG jika tidak segera ditangani secara serius dan transparan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG Ganding maupun Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Santri NU. Namun tekanan publik terus meningkat, menuntut bukan sekadar klarifikasi, melainkan langkah konkret untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan benar-benar terjamin.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru