Wisata Sumenep Dikritik Brutal Wisatawan, Wajah Pantai Slopeng Dipertanyakan

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wajah ambruk pantai Slopeng Sumenep (Za - garudajatim.com)

i

Wajah ambruk pantai Slopeng Sumenep (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Kondisi memprihatinkan kembali menampar wajah pariwisata daerah. Kali ini sorotan tajam datang dari seorang kreator TikTok pemilik akun Pesona Jogja, wisatawan asal Surabaya, yang melontarkan kritik keras terhadap buruknya pengelolaan fasilitas wisata Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kamis (26/3/26)

Kritik tersebut viral di media sosial dan memicu gelombang reaksi publik. Dalam video yang diunggah beberapa jam sebelum menjadi perbincangan luas, kreator tersebut secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya.

Tanpa menyaring kata, ia menggambarkan kondisi pantai yang dinilai jauh dari ekspektasi, terutama terkait kebersihan dan kualitas layanan. Ungkapan emosional yang disampaikan mencerminkan frustrasi mendalam sebagai wisatawan yang telah menempuh perjalanan jauh.

Tak hanya dalam video, kekecewaan juga dituangkan melalui deskripsi unggahan. Ia menyoroti mahalnya tiket masuk yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi lapangan. Bahkan, ia membandingkan harga tiket dengan destinasi wisata besar, namun dengan kualitas yang disebut sangat jauh tertinggal. Pernyataan tersebut langsung menyulut perhatian warganet dan memicu diskusi luas soal tata kelola destinasi wisata daerah.

Keluhan utama yang mengemuka adalah ketimpangan antara biaya yang dibebankan kepada wisatawan dengan fasilitas yang diterima. Sampah yang berserakan di berbagai titik, minimnya pengelolaan kebersihan, serta lemahnya pengawasan menjadi sorotan utama.

Kondisi ini dinilai bukan sekadar persoalan estetika, melainkan cerminan lemahnya tanggung jawab pengelola dalam menjaga kualitas destinasi.

Situasi tersebut memperlihatkan ironi besar. Di satu sisi, potensi wisata bahari yang dimiliki Pantai Slopeng begitu menjanjikan, namun di sisi lain, pengelolaan yang tidak optimal justru merusak daya tariknya sendiri. Ketika ekspektasi wisatawan tidak terpenuhi, maka yang tergerus bukan hanya kepuasan, tetapi juga kepercayaan publik.

Kritik keras yang viral ini sejatinya menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Pariwisata bukan semata soal menarik pengunjung dan meraup pendapatan dari tiket masuk, tetapi juga tentang menjaga kualitas pengalaman. Tanpa perbaikan menyeluruh, citra destinasi dapat runtuh dalam waktu singkat akibat eksposur negatif di era digital.

Kini, Pantai Slopeng berada di titik krusial: berbenah secara serius atau perlahan ditinggalkan wisatawan. Jika pengelolaan tetap abai terhadap persoalan mendasar seperti kebersihan dan pelayanan, bukan tidak mungkin destinasi ini akan kehilangan daya saingnya secara permanen.

Gelombang kritik dari publik, sekeras apa pun nadanya, pada dasarnya lahir dari kekecewaan yang nyata. Dan ketika suara-suara serupa terus bermunculan, itu menjadi pertanda bahwa persoalan yang ada sudah tidak bisa lagi ditutup-tutupi, melainkan harus segera dijawab dengan langkah konkret.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPRS Bhakti Sumekar 2026: Akselerasi Digital, Edukasi Finansial, dan Penguatan UMKM Jadi Tiga Pilar Utama
Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang, Pemkab Sumenep Siapkan Panggung Budaya dan Dongkrak Ekonomi Lokal
Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang Kereta di Malang Raya Capai 115 Ribu
Idul Fitri 1447 H, IWO Sumenep Gaungkan Etika Pers dan Harmoni Sosial
Idul Fitri 1447 H, Ketua PKDI Sumenep Ajak Kepala Desa Perkuat Peran Sosial dan Pelayanan Publik
Idul Fitri 1447 H Jadi Momentum Persatuan, Legislator NasDem Sumenep Ajak Perkuat Integritas dan Kepedulian
H-1 Lebaran, Harga Ayam di Pasar Anom Baru Sumenep Tembus Rp50 Ribu per Kg
APBD Sumenep Disorot, Rp709 Juta untuk Sarung, Rakyat Butuh Infrastruktur
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 08:42 WIB

Wisata Sumenep Dikritik Brutal Wisatawan, Wajah Pantai Slopeng Dipertanyakan

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:10 WIB

BPRS Bhakti Sumekar 2026: Akselerasi Digital, Edukasi Finansial, dan Penguatan UMKM Jadi Tiga Pilar Utama

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:01 WIB

Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang, Pemkab Sumenep Siapkan Panggung Budaya dan Dongkrak Ekonomi Lokal

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:33 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang Kereta di Malang Raya Capai 115 Ribu

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:45 WIB

Idul Fitri 1447 H, IWO Sumenep Gaungkan Etika Pers dan Harmoni Sosial

Berita Terbaru