Diduga Mercon Meledak di Batuputih Sumenep, Satu Rumah Hancur dan Dua Warga Terluka

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, saat kunjungan terhadap rumah roboh diduga akibat ledakan mercon (Za - garudajatim.com)

i

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, saat kunjungan terhadap rumah roboh diduga akibat ledakan mercon (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Ledakan keras yang diduga berasal dari bahan mercon rakitan mengguncang Dusun Pajung, Desa Bantelan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (5/3/26) sekitar pukul 07.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan satu rumah warga rusak berat serta dua orang mengalami luka-luka.

Rumah yang terdampak merupakan milik Pusadin (45), seorang petani setempat. Kerasnya ledakan membuat tembok kamar rumah tersebut jebol, sementara bagian teras runtuh. Dua orang yang berada di sekitar lokasi juga menjadi korban dalam insiden tersebut.

Korban bernama Ainul Yakin (37) dilaporkan mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh serta luka robek di bagian kepala. Sementara itu, Imroatus Shalihah (30) mengalami luka ringan akibat dampak ledakan.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan aparat kepolisian serta keterangan sejumlah warga sekitar, ledakan tersebut kuat dugaan berasal dari bahan mercon rakitan.

Tim Inafis Polres Sumenep yang turun ke lokasi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya botol plastik bekas air mineral, potongan kertas yang digulung untuk bahan mercon, serta gulungan lakban atau isolasi.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, bersama sejumlah pejabat utama Polres dan unsur Muspika Kecamatan Batuputih turut mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.

Pihaknya menegaskan bahwa penggunaan bahan peledak rakitan seperti mercon sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan serius.

“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, ledakan di Dusun Pajung ini diduga kuat berasal dari bahan mercon. Ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar tidak membuat, menyimpan, ataupun menggunakan bahan peledak rakitan karena sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan,” tegasnya.

Ia menyatakan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti ledakan serta menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam peristiwa tersebut.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak bermain maupun merakit mercon, terutama menjelang momentum tertentu yang kerap diwarnai penggunaan bahan peledak rakitan.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami mengingatkan agar masyarakat tidak mencoba membuat atau menyalakan mercon karena risikonya sangat besar, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” jelasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres Sumenep turut didampingi Kabag SDM Kompol Widiarti, Kasat Intel AKP Nurul Komar, Kapolsek Batuputih AKP Abu Mahdura, Kasat Reskrim Agus Rusdiyanto, Danramil Batuputih Letda Inf Santoso, serta unsur Muspika Kecamatan Batuputih.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penggunaan bahan peledak rakitan tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.

Aparat kepolisian pun memastikan akan terus melakukan pengawasan serta penindakan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di wilayah Kabupaten Sumenep.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil
Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3
Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat
DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama
Bupati Sumenep dan Kadisdik Sidak Hari Pertama MPLS
Fauzi Wongsojudo Lantik 25 Pejabat Administrator, Kirim Sinyal Percepatan Reformasi Birokrasi hingga Pelayanan Desa
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, DKUPP Sumenep Siapkan Koperasi Jadi ‘Mesin Baru’ Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:21 WIB

DKPP Sumenep Pasang ‘Sabuk Pengaman’ Program Pertanian 2026, APH hingga Petani Bersatu Kawal Anggaran dan Hasil

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:01 WIB

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:41 WIB

KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat dengan Nilai 88,3

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:06 WIB

Peringati Harkopnas ke-79, Diskop UKM Perindag Sumenep Dorong KDKMP Menjadi Mesin Baru Ekonomi Rakyat

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:12 WIB

DKPP Sumenep Siapkan Alsintan Rp1,9 Miliar, Petani Bersiap Tinggalkan Cara Lama

Berita Terbaru

Foto petani tembakau saat panen (Za - garudajatim.com)

Berita

Jelang Panen, TIHT 2026 Sumenep Masih Digodok

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:01 WIB