Lampu di Selamat Datang Padam, Wajah Sumenep Gelap di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi

Minggu, 1 Maret 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lampu di jalan raya Slselamat datang Sumenep padam (Za - garudajatim.com)

i

Lampu di jalan raya Slselamat datang Sumenep padam (Za - garudajatim.com)

SUMENEP, Garuda Jatim – Pintu masuk utama Kota Sumenep, Jawa Timur, justru tenggelam dalam gelap. Seluruh penerangan jalan di kawasan tugu “Selamat Datang” dilaporkan mati total, menimbulkan keresahan warga dan mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengurus fasilitas publik strategis.

Di bawah kepemimpinan Achmad Fauzi Wongsojudo, kondisi ini dinilai ironis. Kawasan yang seharusnya menjadi wajah pertama kota bagi pendatang malah berubah menjadi titik rawan keselamatan pada malam hari.

Pantauan di lokasi menunjukkan tidak satu pun lampu penerangan berfungsi. Jalan tampak gelap gulita, menyulitkan pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat lalu lintas padat. Sejumlah warga mengaku khawatir setiap kali melintas di area tersebut.

“Ini jalur utama masuk kota. Kalau gelap seperti ini jelas berbahaya, apalagi malam,” ujar seorang pengendara. Minggu (1/3/26).

Selain faktor keselamatan, padamnya lampu di kawasan ikonik itu juga mencoreng citra Kota Sumenep. Tugu “Selamat Datang” selama ini dikenal sebagai simbol penyambutan dan kebanggaan daerah, namun kini kehilangan fungsi visualnya akibat minimnya perhatian.

Warga menilai persoalan ini mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap infrastruktur dasar. Mereka mendesak pemerintah daerah segera bertindak dan tidak menunggu keluhan publik meluas.

“Lampu jalan itu kebutuhan dasar. Kalau dibiarkan, kesannya pemerintah abai,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab padamnya penerangan maupun target waktu perbaikannya. Ketiadaan informasi tersebut justru memperkuat kritik publik terhadap respons pemerintah daerah.

Masyarakat berharap persoalan ini segera ditangani, mengingat kawasan “Selamat Datang” bukan sekadar ruas jalan biasa, melainkan representasi wajah kota dan ukuran kepekaan pemerintah terhadap pelayanan publik.(Za/Di)

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel garudajatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI
Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme
Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal
Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival
Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026
PKKMB UPI Sumenep Tantang 530 Maba Jadi Generasi Pencipta Karya
Lakpesdam dan LPBH NU Desak THM Bermasalah Ditutup Permanen, Kapolresta Sumenep: Jika Terbukti Melanggar, Tindak Tegas
Karapan Sapi Sumenep 2026 Siap Dimulai, Delapan Korwil Berebut Tiket ke Piala Presiden
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Karang Anyar Sumenep Sulap Jalan Raya Jadi Panggung Budaya di HUT ke-81 RI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Warna-Warni Kemerdekaan di MYZE Hotel Sumenep, Anak-anak Diajak Berkarya dan Nyalakan Semangat Nasionalisme

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Den Haag Tawarkan Harga Ramah Kantong, PR Gunung Payudan Jadikan MCF 2026 Arena Melawan Gempuran Rokok Ilegal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sae Rassa MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Hadirkan “Oase Rasa” di Tengah Madura Culture Festival

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Dispusip Sumenep Bawa Misi Literasi ke Tengah Gemerlap Madura Night Vaganza 2026

Berita Terbaru